PATI - Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Pati mencatat penerbitan sebanyak 44 ribu paspor sepanjang tahun 2024.
Dari jumlah tersebut, terdapat indikasi meningkatnya fenomena tren jasa titip (jastip) belanja luar negeri, terutama di kawasan Kabupaten Pati dan sekitarnya.
Kepala Kantor Imigrasi Pati, Ahmad Zaeni, mengungkapkan bahwa jastip banyak dilakukan oleh pemilik paspor dengan tujuan wisata, yang merupakan tujuan terbanyak kedua setelah perjalanan umrah dan haji.
“Sebanyak 80 persen dari 44 ribu paspor yang kami terbitkan digunakan untuk tujuan umrah dan haji,” katanya.
Dia menambahkan urutan nomor dua itu adalah wisata. Biasanya ke Malaysia.
“Paling banyak kedua adalah wisata. Ke Malaysia ke Thailand. Sekarang kan ada namanya jastip-jastip. Yang di Bangkok itu ikut-ikut juga,” katanya.
Zaeni menjelaskan, dari total penerbitan paspor tahun 2024.
Sebanyak 32.204 paspor non elektronik, 11.166 paspor elektronik, dan 1.139 paspor untuk Tenaga Kerja Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa penerbitan paspor elektronik meningkat pesat, sedangkan paspor non elektronik akan dihentikan penerbitannya mulai 1 Februari 2025.
“Per 1 Februari 2025, kami hanya akan menerbitkan paspor elektronik. Paspor non elektronik yang sudah terbit tetap berlaku hingga masa berlakunya habis, tetapi tidak ada penerbitan baru setelah 31 Januari 2025,” jelasnya.
Kantor Imigrasi Pati juga berhasil melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2024.
Dari target sebesar Rp 16 miliar, realisasinya mencapai Rp 25,7 miliar.
“Ini merupakan capaian yang menggembirakan. Untuk tahun 2025, target PNBP kami naik menjadi Rp22 miliar, dan kami optimis target ini dapat terlampaui,” ujar Zaeni.
Ia juga menjelaskan adanya penyesuaian tarif penerbitan paspor sejak 17 Desember 2024, Rp 350 ribu untuk paspor biasa dengan masa berlaku maksimal 5 tahun.
Sedangkan Rp650 ribu untuk paspor biasa dengan masa berlaku 10 tahun hingga Rp 950 ribu untuk paspor elektronik dengan masa berlaku 10 tahun.
Zaeni berharap animo masyarakat untuk membuat paspor tetap tinggi, seiring dengan pemulihan ekonomi pasca-pandemi. (adr/war)
Editor : Ali Mustofa