PATI – Ratusan warga Desa Tluwah, Juwana, Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi lontong opor ayam hajatan pada Senin (23/12) malam.
Makanan itu tidak di makan di tempat, tetapi dibungkus dan dimakan di rumah bersama keluarga.
Warga yang menjadi korban melaporkan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga menggigil. Mereka dilarikan ke puskesmas dan beberapa rumah sakit.
Warga Desa Tluwah juga ramai-ramai mengunjungi balai desa pada Rabu (25/12) pagi. Balai desa itu, dijadikan posko kesehatan dari Puskesmas Juwana.
Muntamah, bidan di Desa Tluwah mengatakan ada 161 orang yang diduga mengalami keracunan.
”Semalam (kemarin malam, Red) 159 orang. Pagi ini (kemari pagi, Red) ada dua pasien lagi yang masuk dirawat," kata Muntamah, bidan di Desa Tluwah.
Atas kejadian tersebut, delapan orang dirawat di RS Budi Agung, 20 Puskesmas Juwana, dua di RSUD RAA Soewondo, empat di RS Mitra Bangsa, sedangkan sisanya warga menjalani rawat jalan.
Sementara itu, Julin, 53, salah satu keluaga yang punya hajatan mengatakan, awalnya acara tahlil yang digelar pada Senin (23/12) itu berjalan lancar.
Lanjutnya, keesokan harinya warga yang memakan lontong opor pada acara itu mengalami beberapa keluhan sakit, seperti muntah hingga mual.
“Ada yang mual, muntah, ada yang tidak dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Bahkan Julin juga mengalami hal sama, namun dirinya masih kuat.
Dalam penuturannya, dirinya memesan 200 porsi makanan untuk acara tahlil tersebut.
Bahkan dirinya tak mengira jika makanan yang dipesannya ini diduga menyebabkan seratusan orang mengalami mual, muntah, hingga demam.
Terpisah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mengambil sampel makanan hajatan yang diduga menyebabkan keracunan bagi seratusan warga.
Tujuannya, untuk memastikan penyebab keracunan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati Aviani Tritanti Venusia menyatakan, sampel makanan sudah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Semarang.
Proses ini bertujuan memastikan penyebab keracunan.
”Kami sudah mengamankan sampel berupa lontong opor ayam dan sambal goreng. Sampel ini, akan diperiksa untuk mengetahui apakah makanan tersebut menjadi penyebab keracunan atau tidak. Hasilnya diperkirakan keluar dalam tiga sampai tujuh hari mendatang,” jelas Aviani.
Ia menambahkan, dugaan sementara menunjukkan keracunan masal akibat warga mengonsumsi makanan hajatan tersebut.
Pemerintah terus memantau kondisi para korban dan menunggu hasil uji laboratorium untuk langkah lebih lanjut. (adr)
Editor : Ali Mustofa