Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ratusan Warga di Juwana Pati Alami Keracunan usai Makan Lontong Hajatan, Begini Kronologinya

Andre Faidhil Falah • Rabu, 25 Desember 2024 | 21:48 WIB
PERIKSA: Petugas kesehatan saat memeriksa warga Desa Tluwah, Juwana, Kabupaten Pati yang mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari hajatan pada Senin (23/12) malam.
PERIKSA: Petugas kesehatan saat memeriksa warga Desa Tluwah, Juwana, Kabupaten Pati yang mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari hajatan pada Senin (23/12) malam.

PATI – Sebanyak 138 warga Desa Tluwah, Juwana, Kabupaten Pati, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari hajatan pada Senin (23/12) malam.

Warga melaporkan gejala seperti mual, muntah, diare, demam, hingga menggigil. Para korban dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Juwana, RS Budi Agung, RSUD RAA Soewondo, dan RS Mitra Bangsa.

Warga yang terdampak mulai merasakan gejala pada Selasa (24/12) pagi, dengan puncaknya terjadi di malam hari.

Posko kesehatan segera didirikan di balai desa untuk memberikan penanganan darurat kepada korban.

Menurut keterangan warga, mereka mengalami gejala setelah menyantap lontong sayur yang diberikan saat hajatan.

Makanan tersebut dibungkus dan dikonsumsi di rumah masing-masing bersama keluarga.

“Setelah makan sekitar pukul 8 malam, saya mulai merasakan mual, demam tinggi, dan pusing sekitar jam 3 dini hari. Kondisi sekarang mulai membaik, alhamdulillah,” ujar Supar, salah satu korban pada Rabu (25/12).

Ia menambahkan bahwa makanan tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.

“Rasanya enak, saya makan tiga potong, dan anak saya juga makan. Tapi setelah itu kami semua sakit,” ungkapnya.

Kasi Kesejahteraan Desa Tluwah, Dewi Riyani, menyebutkan bahwa Pemdes langsung bertindak setelah menerima laporan pertama.

“Kami memantau fasilitas kesehatan terdekat dan melakukan sweeping di desa. Hasilnya, banyak warga menunjukkan gejala serupa,” ujarnya.

Dari total korban, 8 orang dirawat inap di RS Budi Agung, 18 di Puskesmas Juwana, 2 di RSUD RAA Soewondo, 4 di RS Mitra Bangsa, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, menyatakan bahwa sampel makanan sudah diambil untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Semarang.

Sampel yang diamankan meliputi lontong opor ayam dan sambal goreng yang disajikan pada hajatan.

“Hasil laboratorium akan keluar dalam 3—7 hari. Kami akan memastikan penyebab keracunan untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Aviani.

Ia menambahkan bahwa dugaan awal mengarah pada makanan hajatan sebagai sumber keracunan.

“Pemerintah terus memantau kondisi korban dan akan mengambil tindakan tegas jika hasil uji menunjukkan adanya kelalaian,” tegasnya.

Saat ini, Pemdes Tluwah bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pati terus memberikan pemantauan dan pengobatan kepada warga terdampak.

Posko kesehatan di balai desa tetap beroperasi untuk menangani kasus baru atau kondisi lanjutan dari korban yang dirawat jalan.

Kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan, terutama dalam pengelolaan makanan di acara hajatan. (adr/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#Keracunan juwana #juwana #keracunan #pati #Keracunan massal