Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas, Pukuhan Desa di 9 Kecamatan Terdampak, Berikut Daftarnya!

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 7 September 2024 | 18:05 WIB

 

 

DIBANTU: Masayarat Desa/Kecamatan Gabus mengambil air di penampungan salah satu rumah warga belum lama ini.
DIBANTU: Masayarat Desa/Kecamatan Gabus mengambil air di penampungan salah satu rumah warga belum lama ini.

PATI - Kekeringan di Kabupaten Pati makin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 86.182 terdampak kekeringan.

Hingga awal bulan ini, sudah ada 61 desa yang terdampak kekeringan. Desa-desa itu tersebar di sembilan kecamatan.

Berdasarkan data BPBD setempat, sembilan kecamatan itu meliputi, Tambakromo, Jakenan, Jaken, Winong, Gabus, Pucakwangi, Kayen, Sukolilo, dan Batangan.

Sementara desa terdampak di antaranya, Tambahagung, Tambakromo; Mantingan, Jaken; Tambahmulo, Jakenan; Triguno, Pucakwangi; Sumbermulyo, Gabus; Mintorahayu, Winong; Pasuruhan, Kayen; Cengkalsewu, Sukolilo; dan Tompomulyo, Batangan.

Di kecamatan itu, kekeringan paling parah berada di Jaken. Dari sembilan kecamatan, wilayah itu tercatat paling banyak desa yang mengalami kekeringan. Yakni, ada 12 desa yang kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menambahkan, kekeringan di Bumi Mina Tani ini semakin meluas. Sebelumnya ada 26 desa yang terdampak. Hingga awal bulan ini bertambah menjadi 61 desa. ”Nggih (kekeringan semakin meluas, Red), Mas,” singkatnya.

Sementara ini untuk pihaknya berupaya membantu masyarakat. Yaitu dengan penyaluran air bersih.

”Kami per hari membantu. Totalnya sudah ada 535 penyaluran air bersih,” imbuhnya.

Martinus juga menyampaikan bahwa BPBD Kabupaten Pati telah melakukan distribusi air bersih secara rutin. Mencapai ratusan tangki setiap hari untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“Kami sudah melakukan pendistribusian air bersih tiap harinya mencapai ratusan tangki,” jelasnya.

Ia meminta kepada warga yang terkena dampak untuk tetap tenang dan sabar menunggu bantuan.

Pemerintah daerah terus berupaya agar bantuan air bersih ini tetap tersedia, baik dari pemerintah maupun sektor swasta.

“Untuk bantuan air bersih Pemerintah daerah terus mengupayakan agar bantuan ini tetap berjalan baik dari pemerintah maupun swasta,” paparnya. (adr/zen)

Editor : Ali Mustofa
#bantuan #pati #desa #air bersih #kekeringan #kecamatan #Bumi Mina Tani #BPBD