PATI – Di Kabupaten Pati, tahun ini ada 33 sekolah tercatat mengikuti program gerakan seniman masuk sekolah (GSMS).
Rencananya, Oktober bakal digelar pementasan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Paryanto mengatakan, sebelum dilaksanakan pembelajaran, para seniman diberikan sosialisasi dan pelatihan dari kementerian.
Kemudian, mereka mulai diterjunkan untuk mengajarkan kesenian selama tiga bulan di sekolah sasaran.
”Di GSMS tahun ini kami ada 33 sekolah. Kemudian pelaksanaan pembelajaran dimulai dari sosialisasi, setelah itu ada sedikit pelatihan bagi para seniman. Habis itu langsung pelaksanaan tiga bulan pembelajaran,” ujarnya.
Sementara kegiatan pementasan berlangsung pada Oktober nanti. Setelah digembleng seniman, sekolahan wajib mementaskan karyanya.
”Setelah pembelajaran nanti ada gelar karya. Sekolah yang membuat pentas nanti dipertunjukkan pada awal Oktober,” ujarnya.
Pelaksanaan pembelajaran pun mulai dijalankan oleh para seniman terpilih.
Mereka yang mendapat mandat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).
Nanti para seniman mengajarkan tentang seni hingga adat istiadat.
”Konsepnya nanti nyusul. Nanti SD dan SMP yang ada GSMS. Per sekolah satu seniman,” tuturnya.
Dia menuturkan, sumber anggaran GSMS berasal dari pusat dan daerah. Nantinya, seniman mendapat honor Rp 12 jutaan.
Sedangkan asisten seniman (guru) nanti mendapat separo dari honor seniman.
Tak hanya itu, pihak sekolah juga mendapatkan bagian. Besaran honor operasional pembelajaran senilai Rp 4 jutaan.
”Sementara anggaran daerah sendiri, diberikan untuk pendanaan pementasan akhir. Itu untuk pameran seni yang diselenggarakan pada awal Oktober nanti,” imbuhnya. (adr/lin)
Editor : Ali Mustofa