PATI – Pembunuhan seorang perempuan asal Desa/Kecamatan Trangkil di Rumah Kostku Fadhila, di Dukuh Randukuning, Kelurahan Pati Lor, Pati bikin gempar warga.
Korban kelahiran 1993 itu meregang nyawa setelah dibunuh di dalam kamar mandi kosnya. Dia ditemukan tewas pada Sabtu (30/6) sekitar pukul 22.30 WIB.
Berdasar penuturan salah satu penghuni kos yang enggan disebut namanya, korban terkenak jarang keluar kamar.
Menurutnya, korban baru tiga bulan ngekos di Rumah kos tersebut.
Saat wartawan Jawa Pos Radar Kudus di lokasi, terlihat Garis kepolisian masih menempel di dinding kamar blok D005 lokasi ditemukannya mayat Yulaikha.
Di kamar itu. Ditemukan pisau yang ujungnya patah.
Pakaian korban yang berserakan di kasur. Dan bercak darah di pintu kamar mandi serta di tembok kamar mandi.
Dugaan sementara ini korban ditusuk-tusuk bagian dada dan perut menggunakan pisau dapur. Juga bagian leher. Sebelumnya korban juga dicekik dengan kabel.
Ini berdasarkan dari foto korban yang beredar di media sosial. Ada darah dan jeratan kabel putih.
Hingga saat ini kepolisian masih mencari pelaku pembunuhan di kos berlantai dua itu. Sejak Sabtu (1/7) lalu pelaku masih berkeliaran.
Padahal keamanan kos itu terlihat ketat. Mau masuk ke kosan saja sudah terpantau CCTV. Belum lagi yang terpasang di sudut kamar hingga belakang kos.
Pihak kepolisian baru selesai melakukan otopsi korban. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian ada luka tusuk dan jeratan di leher korban.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus ini di kosan itu, dijadikan korban sebagai tempat menerima booking-an.
Korban meninggal setelah mendapat pesanan booking-an dari seseorang. Pesanan itu lewat aplikasi android.
”Dia dibunuh tamunya. Iya memang seperti itu. Cah-cah juga bilang seperti itu. Bukan pacarnya yang membunuh,” imbuhnya.
Tak seperti kebanyakan penghuni kos, ia dikenal lebih tertutup.
”Jarang makan di sini, Mas. Beli makannya di luar,” papar pemilik warung di sebelah kosan, Mak Ti.
Anak pemilik warung itu, Catur disangka-sangka menjadi pelaku pembunuhan itu.
Dia disebut sebagai pacar dan yang menemukan pertama kali korban itu ditemukan.
”Anak saya baru kemarin sore keluar dari kepolisian. Dia saksi. Sudah bebas. Kalau orang kan hanya menyangka saja. Tapi tak benar,” paparnya.
Ketika wartawan ini ingin berbicara dengan Catur, orangtua korban tak berkenan.
”Anak saya tak tahu. Dia tak di lokasi. Waktu itu beli nasi,” imbuhnya.
”Anak saya hanya merasa kasihan saja. Orang tuanya (korban) itu sakit-sakitan,” lanjutnya. (adr)
Editor : Ali Mustofa