Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Damkar Pati Akui Kewalahan Padamkan “Si Jago Merah”, Apa Sih Faktor Penyebabnya?

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 18 Mei 2024 | 17:51 WIB
JINAKAN API: Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kabupaten Pati berjibaku memadamkan api.
JINAKAN API: Sejumlah petugas pemadam kebakaran Kabupaten Pati berjibaku memadamkan api.

PATI – Pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati mengaku kerepotan mengatasi si jago merah.

Ini salah satunya karena hanya dua armada yang saat ini tersedia.

Berdasarkan keterangan pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati, jumlah mobil damkar miliknya ini ada sembilan unit. Sementara tujuh mobil rusak.

”Mobil Damkar hanya dua unit yang keadaannya baik. Dua mobil itu yang selama ini digunakan,” tutur Kepala Satpol PP Pati Sugiyono.

Akibatnya, pihaknya kewalahan ketika ada kebakaran melanda. Sebab, hanya dua mobil saja yang siap meluncur.

Lanjut Giono, jika kebakaran di Pati Kota maka tak menjadi permasalahan. Problem-nya jika di luar perkotaan. Seperti di wilayah Pucakwangi, Tayu, dan daerah perbatasan seperti Cluwak.

”Ketika kebakaran di lokasi yang jauh terkendala. Rumahnya sudah habis, kami baru sampai,” tandasnya.

Armada tersebut ditempatkan di beberapa Pos Pemadam kebaran di setiap eks kecamatan.

Misalnya di Pos induk, depan kantor Kecamatan Pati, di Pos Pembanti Kecamatan Kayen, Pos Pembantu di Kantor Kecamatan Juwana, dan di Pos Pembantu di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Juwana

”Armada kita ada sembilan. Ini yang prima hanya dua. Sehingga ketika ada kebakaran yang terjadi bersamaan,” tandasnya.

Selain itu, penanganan Damkar di Perairan Sungai Juwana melibatkan unsur tim kemaritiman.

Yakni, TNI AL, Polairud, Sabandar, Damkar Pati, dan komunitas nelayan. Mereka saling bersinergi untuk memadamkan kebakaran.

Dia menambahkan, kebakaran selama ini pihaknya dibantu dengan mobil Damkar dari berbagai kalangan.

Seperti perusahaan swasta dan Palang Merah Indonesia (PMI) Pati.

”Kalau tangka air itu cuma satu. Kita minta bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati. Kemudian perusahaan swasta,” tuturnya.

Meski begitu, kabarnya pihaknya bakal mendapatkan mobil Damkar baru lagi.

Badan eksekutif dan legislatif di Kota Mina Tani sudah sepakat menambah armada.

”Rencananya ada tiga armada Damkar baru. Jadwalnya tahun ini,” imbuhnya.

”Harapan kami ada peremajaan armada dan pembuatan pos damkar. Soalnya ada armada yang sejak tahun 1982,” tuturnya. 

Di samping itu, tenaga juga kekurangan. Biasanya aparatur sipil negara (ASN) ini bekerja 190 jam. Di tim damkar ini bahkan sampai 190-an jam. 

”Untuk mengkover wilayah Pati kurang lebih ada 65-an personel. 59 bertugas di lapangan, sisanya di kantor untuk berjaga,” ucapnya. (adr/ali)

Editor : Ali Mustofa
#si jago merah #damkar #armada #pati #pemadam kebakaran #satpol pp #BPBD