Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menuju Kota Layak Anak Kategori Nindya, Ini yang Dilakukan Pemkab Pati

Andre Faidhil Falah • Rabu, 1 Mei 2024 | 02:49 WIB
NYEMPIL: Iklan rokok terlihat di perempatan Jalan Pemuda, dekat SMPN 1 Pati kemarin.
NYEMPIL: Iklan rokok terlihat di perempatan Jalan Pemuda, dekat SMPN 1 Pati kemarin.

PATI — Pemkab Pati konsen menuju kota layak anak (KLA) ke tingkat nindya. Untuk upgrade kelas, pendidikan dan perlindungan anak perlu ditingkatkan.

Kepala Dinas sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DINSOSP3AKB) Pati Indriyanto menjelaskan, KLA ini memiliki lima klaster.

Meliputi, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Lalu, ke dua hak sipil dan kebebasan.

Ketiga, pendidikan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus. Keempat, kesehatan dasar dan kelima kesejahteraan.

Lanjut dia, selama ini pihaknya telah mengevaluasinya. Pihaknya masih ada PR untuk memperbaiki beberapa klaster.

“Kalau dari poin evaluasi kaitannya dengan klaster yaitu pendidikan, perlindungan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya,” imbuhnya.

Untuk merahi kategori selanjutnya, pihaknya telah menyiapkan enam indikator yang difokuskan.

Meliputi, hak pendidikan dan kegiatan seni budaya hingga hak perlindungan khusus yang harus dipenuhi, hak sipil dan kebebasan, hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, dan penguatan kelembagaan.

”Ada beberapa indikator. Itu semua poin yang kami maksimalkan,” jelasnya.

Di samping itu, ada juga penilaian untuk menjadi KLA. Di antaranya, adanya kebijakan yang mengatur anak, Apakah sudah membentuk Asosiasi PerusahaanSahabat Anak Indonesia (APSAI)Kabupaten/Kota, iklan rokok di fasilitas umum, dan taman baca untuk anak. Totalnya ada 24 indikator.

Menurutnya, terwujudnya KLA tingkat Madya, tingkat kekerasan anak di Kota Mina Tani harus menjadi catatan penting.

Di sisi lain, salah satu siswi di Pati Jihan menilai, Kota Mina Tani ini tak ramah anak.

Sebab, taman-taman dan fasilitas publik kurang memfasilitasi kebutuhan anak. Baik anak pada umumnya maupun anak disabilitas.

Selain itu, iklan rokok juga masih terpampang di berbagai sudut kota.

Padahal berdasarkan ketentuan kota ramah anak hal itu tidak diperkenankan.

”Karena dalam peraturan kota ramah anak hal tersebut (iklan rokok) tidak diperbolehkan,” tandasnya. (adr/him)

Editor : Ali Mustofa
#pati #Budaya #kota layak anak #pendidikan #KLA