PATI - Sedekah laut digelar masyarakat Desa Bendar, Kecamatan Juwana pada Minggu (21/4) pagi.
Sedekah laut merupakan acara rutin tahunan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat di wilayah pesisir ini kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus Pelaksanaan prosesi sedekah laut berlangsung meriah.
Tampak ribuan orang memadati jalanan di desa tersebut untuk menyaksikan prosesi sedekah laut.
Sedekah laut berupa sesaji dengan kepala kerbau. Diletakkan di atas miniatur kapal penangkap ikan yang dihias janur disampingnya.
Sesaji ini diarak dengan diiringi beragam kesenian seperti reog, kuda lumping hingga drumband.
Kegiatan tradisi sedekah laut sebagai wujud syukur atas hasil yang diperoleh para masyarakat pesisir ini rutin lebaran kupatan.
Sebelum dilarung ke muara laut Jawa, sesaji berupa kepala kerbau diarak keliling desa yang sebelumnya didoakan di balai desa setempat.
Mukahar, perwakilan panitia mengatakan, kegiatan tradisi sedekah laut ini adalah warisan dari nenek moyang yang harus tetap dilestarikan.
"Kegiatan sedekah laut ini merupakan ungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan karena telah diberikan rezeki berupa ikan yang banyak, tradisi nenek moyang ini harus dijaga. Semoga setelah acara ini, hasil tangkapan ikan tambah melimpah," paparnya.
Tradisi sedekah laut tidak hanya menjadi milik masyarakat Desa Bendar saja yang mayoritas bekerja di sektor perikanan tangkap.
Namun masyarakat dari luar desa juga antusias menyaksikan acara sedekah laut ini.
Tradisi ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Mereka antusias menyaksikan kirab sesaji hingga proses pelarungan di laut.
Diketahui tradisi sedekah laut ini sebelumnya dimeriahkan beberapa acara seperti pentas kesenian ketoprak, dan juga haul Lodang Datuk Wali Joko di pulau Seprapat.
Sementara acara Larung sesaji merupakan acara puncak dari sedekah laut ini. (aua/khim)
Editor : Abdul Rokhim