Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ketinggian Banjir di Pati Meningkat, Jalan Alternatif Menuju Kudus Ditutup! Begini Kondisinya Saat Ini

Achmad Ulil Albab • Senin, 18 Maret 2024 | 21:54 WIB
Kondisi banjir di area pemukiman masyarakat Dukuh Poncomulyo Desa Gadudero kemarin masih terendam banjir.
Kondisi banjir di area pemukiman masyarakat Dukuh Poncomulyo Desa Gadudero kemarin masih terendam banjir.

PATI - Banjir yang merendam sejumlah wilayah Kabupaten Pati semakin parah.

Hal ini seperti yang terjadi di Dukuh Poncomulyo Desa Gadudero.

Saat ini ketinggian air berkisar antara 30 centimeter hingga 1 meter.

Hal itu diungkapkan Kepala Desa Gadudero Agus Yulianto kepada Jawa Pos Radar Kudus.

“Banjir semakin parah. Saat ini jumlah rumah yang terendam di RW 2 Dukuh Poncomulyo 119 rumah." katanya.

"Korban yang terdampak banjir total 399, terdiri dari laki-laki 193, perempuan 206, lansia 29, dan balita 36. Total ada 149 kk. Sementara mengungsi di rumah keluarga sendiri di dalam desa,” imbuhnya.

Selain di rumah, jalan alternative penghubung Kudus — Pati juga terendam air.

Ketinggiannya mencapai 70 centimeter.

Hal ini membuat jalan alternatif menuju apke Kabupaten Kudus ditutup.

“Motor, mobil sudah tidak bisa melintas ke Desa Kasiyan, ditutup. Karena air di jalan sudah 70 centimeter lebih. Kalau yang di rumah ketinggian air sekitar 30 centimeter sampai 1 meteran,” imbuhnya.

Banjir cukup parah juga terjadi di daerah Kecamatan Jakenan.

Hal ini seperti yang terjadi di Desa Tondomulyo.

Bahkan akses jalan alternatif Pati — Rembang putus total akibat air semakin tinggi.

“Jalan Sampang — Glonggong (alternatif Pati — Rembang) putus total ini. Air naik terus sampai 70 centimeter lebih ini,” terang Kepala Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan Nur Yahya.

Sebagian besar warga Desa Tondomulyo, lanjut Nur Yahya, saat ini memilih mengungsi ke tempat yang aman.

Data yang dihimpunnya saat ini total ada 444 rumah yang terendam banjir.

Diantaranya lahan sawah 211 hektare, pekarangan 40 hektare, jalan desa yang tergenang 7 kilometer.

“Balai desa juga turut terendam banjir. Ketinggian air di dalamrumah 20 hingga 70 centimeter, ketinggian air di jalan 20 hingga 70 centimeter, dan di lahan sawah ketinggian air mulai 70 hingga 200 centimeter." ungkapnya.

"Akibat banjir ini kami memprediksikan kerugian sekitar Rp 1, 2 miliar sebagian kecil petani belum sempat panen,” imbuhnya. (aua).

Editor : Dzikrina Abdillah
#ditutup #banjir #pati #jalan #alternatif #Kudus #Parah