PATI - Salah satu desa yang cukup parah mengalami banjir adalah di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus.
Ketinggian air mencapai 50 centimeter di dalam rumah.
Namun masyarakat tetap bertahan di rumahnya masing-masing.
Hal itu diungkapkan Sekdes Mintobasuki Abdul Mustaji.
“Banjir mulai awal Ramadan kemarin hari pertama puasa. Kemudian pada Jumat (15/3) banjir merendam pemukiman,” ungkapnya.
"Hingga hari ini banjir telah merendam puluhan rumah warga, dua bangunan musala, balai desa bahkan sekolahan,” imbuhnya.
Abdul menambahkan, belum ada warga yang berencana untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mereka masih bertahan di rumahnya menjaga barang berharganya.
"Belum ada bantuan perahu. Sementara ini masih ada perahu milik warga yang boleh dipinjam untuk membantu aktivitas. Untuk beraktivitas kita menggunakan perahu,” paparnya.
Data yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Pati, banjir di Desa Mintobasuki setidaknya sudah menggenangi sekitar 170 rumah.
Sementara tercatat jumlah 391 jiwa yang terdampak bencana banjir tahunan ini.
Selain itu ada 60 hektare sawah yang terendam.
Seluas 25 hektare di antaranya merupakan sawah padi siap panen, selebihnya masih padi muda.
Ada pula perkebunan tebu seluas 14 hektare yang terendam banjir.
Total kerugian akibat terendamnya sawah padi dan tebu di Desa Mintobasuki diperkirakan mencapai Rp 800 juta.
Sementara jalan desa yang terendam banjir sepanjang 1,3 kilometer, kedalamannya antara 5 hingga 40 centimeter.
Untuk diketahui selain di Kecamatan Gabus, banjir juga menggenangi beberapa desa di Kecamatan Sukolilo, Bantangan, Jakenan, Pati Kota, Kayen, Tambakromo, dan Tayu. (aua)
Editor : Dzikrina Abdillah