Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Pati Mengeluh Langkanya Gas Melon Hingga Harganya Melonjak Rp 30 Ribu

Andre Faidhil Falah • Senin, 4 Maret 2024 | 22:39 WIB
LANGKA: Gas Melon kosong menumpuk di salah satu toko di daerah Wedarijaksa kemarin.
LANGKA: Gas Melon kosong menumpuk di salah satu toko di daerah Wedarijaksa kemarin.

PATI - Masyarakat Kabupaten Pati mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas melon atau gas 3 Kg.

Selama dua hari ini terjadi kelangkaan elpiji subsidi itu. 

Salah satu masyarakat di Kecamatan Gembong mengaku dua hari ini mencari keberadaan gas melon itu.

Meski begitu subsidi pemerintah itu tak dapat ditemukan. 

”Aku kawit wingi golek angel, Mas. Di Gembong sulit mendapat gas melon,” terang warga Gembong, Erna, Senin (4/3).

Menurutnya, sulitnya gas melon itu karena adanya pembatasan dari pemerintah.

Akibatnya, terjadi kelangkaan gas melon.

”Sekarang mau beli gas dibatasi. Kalau mau beli bawa KTP juga,” paparnya. 

Salah satu pelaku UMKM di Pati Hartini berpendapat, kebijakan pemerintah itu menyulitkan.

Selain itu, kuota untuk membeli gas subsidi itu juga terbilang langka. Masyarakat kerap menjumpai toko gas melon ini tak ada stok gasnya.

”Kadang stoknya ada. Terkadang tidak ada,” imbuhnya. 

Isak, warga lain juga mengeluhkan hal yang sama.

Warga Pati Kota itu mengeluhkan sulitnya mencari gas melon. 

”Di daerah Kayen mencari elpiji juga sulit. Sebenarnya gas itu buat apa? Kok sulit sekali,” tuturnya.

”Informasinya kalau tak bawa KTP tak dilayani. Tahun lalu kan numpuk KTP untuk pendataan,” lanjutnya. 

Kelangkaan ini mengakibatkan harga gas melon melambung tinggi.

Seharusnya gas yang harganya Rp 15 ribuan itu kini melonjak hingga Rp 30 ribuan. 

”Gas memang lagi langka. Harganya mahal. Ada yang Rp 28 ribu. Juga ada yang Rp 30 ribuan,” terangnya. 

Di samping itu, salah satu toko di Pati juga mengeluhkan sulitnya gas melon itu.

Dalam sehari, toko biasanya mendapat kisaran lima buah gas melon saja. 

”Sulit ini gas melon, Mas. Sehari kadang cuma dapat lima saja. Itu lima menit sudah habis,” terang salah satu pemilik toko di Pati, Lastri. 

Ketika dikonfirmasi, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pati menyatakan, kelangkaan gas melon ini bukan dikarenakan adanya pembatasan.

Melainkan peningkatan konsumsi masyarakat. 

”Sepertinya tidak (langka elpiji karena dampak pembatasan, Red). Belum ada pembatasan yang diberlakukan secara tegas. Mungkin karena peningkatan konsumsi dampak dari peningkatan kegiatan masyarakat,” terang Kepala Disperindag Pati Hadi Santosa. 

Di samping itu, mengenai harga gas ini ada harga eceran tertingginya (HET).

Lanjut Hadi, untuk gas 3 kilogram (kg) harganya Rp 15.500, 5,5 kg seharga Rp 105 ribu, 12 kg harganya Rp 210 ribu.

”Pantauan kami harga di pasaran ini Rp 17 ribuan,” pungkasnya. (adr)

Editor : Dzikrina Abdillah
#harga #gas melon #pati #langka