PATI - Dua petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) keguguram diduga karena kelelahan setelah bertugas.
Kabar itu beredar pesan siaran melalui WhatsApp (WA).
Pesan siaran itu berisi permintaan doa dukungan untuk putra Vena Ranu yang telah tuhan paggil pada Sabtu (17/2) pukul 08.00.
Dia keguguran di usia kehamilan 22 minggu.
Ia diketahui merupakan salah satu petugas KPPS di TPS 06 Muktiharjo, Margorejo.
Hal itu dikonfirmasi Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati Nugraheni Yuliadhistiani.
Ia menambahkan, ada dua petugas yang keguguran pada Sabtu (17/2).
Mereka petugas di TPS wilayah Margorejo dan Kayen.
”Sepertinya kelelahan. Kegugurannya hari ini. Mereka merasa sakit perutnya dan keguguran,” paparnya.
Dia mengaku, sudah menjelaskan kepada para calon petugas sebelumnya. Bahwasannya tugas KPPS itu berat, namun mereka tetap ikut dan merasa mampu.
Atas peristiwa tersebut, pihaknya mengaku, tetap mengevaluasinya.
Rencananya, pihaknya akan melarang ibu hamil mendaftar menjadi KPPS pada pemilihan kepala daerah (pilkada) nanti.
”Evaluasi tetap dilakukan. Semua yang hamil tidak boleh mendaftar untuk Pilkada nanti,” tuturnya.
Di sisi lain, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati mengklaim telah menyiagakan petugasya selama 24 jam khusus kegawatdaruratan.
”Di setiap desa, bidan desa standby 24 jam dibantu karyawan puskesmas yang berdomisili di desa itu. Jika memerlukan penanganan lebih lanjut atau rujukan RS, tim ambulan Si Garda puskesmas siap mengantar,” terang Kepala Dinkes Pati Aviani Tritanti Venusia.
Saat ditanya sebagai seorang dokter, kata dia, memang dibolehkan sepanjang kehamilannya sehat dan tidak bermasalah.
Namun, keputusan untuk lanjut menjadi KPPS ini tergantung kepada yang bersangkutan.
”Tentu saja dengan pesan-pesan khusus lah (bagi yang kehamilannya sehat). Kecuali kalau memang dari awal sudah ada resiko pada kehamilannya itu dilarang. Namun keputusannya lanjut atau tidak dikembalikan ke bumil masing-masing,” katanya.
Ketika ditanya peran dan tugas dari tim siaganya, Aviani menyebut pihaknya kembali menanyakan apakah petugas itu tampak gejala-gejala ke arah keguguran.
”Apakah saat bertugas Bu Vera tadi menampakkan gejala-gejala yang ke arah keguguran? Atau saat gejala muncul, segera mencari pertolongan ke nakes terdekat?” Pungkasnya. (adr)
Editor : Dzikrina Abdillah