Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Telan Anggaran Ratusan Miliar, Bendung Karet di Sungai Juwana Pati Ditarget Rampung Tahun Ini

Andre Faidhil Falah • Rabu, 17 Januari 2024 | 00:23 WIB

 

DIKERUK: Pihak BBWS Pemali Juwana mengeruk Sungai Juwana belum lama ini.
DIKERUK: Pihak BBWS Pemali Juwana mengeruk Sungai Juwana belum lama ini.

PATI – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana kini tengah mempersiapkan pamasangan dua unit bendung karet (bendung kembang kempis) di Sungai Juwana.

Pada Juni mendatang ditargetkan rampung.

Bendung tersebut memakan anggaran Rp 260 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Bendung ini direncanakan selesai di 2024. Itu program BBWS,” terang Kabid Sumber Daya Air (SDA) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati Sudarno.

Bila hal itu benar-benar bisa terwujud, maka daerah sepanjang alur Kali Juwana akan menjadi lumbung padi.

”Sebab, pada musim kemarau para petani yang mempunyai lahan di sepanjang alur kali itu tetap akan bisa menanam padi,” jelasnya.  

Sementara proses pengoperasian bendung itu hanya pada musim kemarau untuk mencegah agar air laut yang pasang tidak menyodok hingga jauh ke hulu.

Karena itu, air tawar dari banyak anak kali yang berhulu di kawasan Pegunungan Kendeng utara ataupun Lereng Muria bisa tertampung di bendung kembang kempis itu.

”Jika musim hujan bendung itu harus dikempiskan. Karena petani bercocok tanam padi tidak lagi membutuhkan air kali tersebut," ujarnya.

"Hanya, saat membutuhkan air untuk keperluan yang sama, petani harus menyediakan perlengkapan berupa pompa air agar air bisa sampai di lahannya,” tandasnya.

Dalam survei lokasi, pihak BBWS akan menempatkan bendung kembang kempis itu, untuk satu unit di Dukuh Biteng, Desa Banjarsari, Gabus (hulu Jembatan Ngantru).

Dari lokasi bendung itu, kebutuhan air petani pada musim kemarau dapat mencakup sampai kawasan hulu.

Yakni beberapa desa di wilayah Kecamatan Gabus, Kecamatan Kota Pati, Margorejo, dan Kecamatan Kayen.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWS Pemali Juwana Fuad Kurniawan menambahkan, pembangunan bendungan karet di aliran sungai Juwana tersebut adalah salah satu upaya untuk mengendalikan terjadinya banjir.

Jika bendungan karet tersebut sudah terealisasi, maka pengendalian banjir di aliran sungai Juwana akan lebih mudah dipantau dan diantisipasi oleh pihak BBWS. (adr/him)

Editor : Ali Mustofa
#banjir #pati #sungai juwana #musim kemarau #BBWS Pemali Juana