Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kapan Macet Horor Pantura Pati-Rembang Selesai? Ini Jawabannya

Andre Faidhil Falah • Sabtu, 18 November 2023 | 17:05 WIB

 

TERSENDAT: Kendaraan padat merayap melintasi jalur pantura Juwana, Jumat (17/11) siang.
TERSENDAT: Kendaraan padat merayap melintasi jalur pantura Juwana, Jumat (17/11) siang.
 

 

PATI – Selama dua hari (Kamis-Jumat) Jalur Pantura Pati-Rembang macet parah.

Terutama arah Surabaya atau dari timur.

Arus lalu lintas ikut tersendat. Panjang antrean capai 30 kilometer.

Bahkan sejumlah pengendara serta sopir truk juga mengeluh terjebak macet berjam-jam.

Kemacetan tersebut disebabkan karena adanya perbaikan ruas jalan di dua kecamatan di Pati.

Kemacetan parah ini disebabkan lima titik jalan diperbaiki.

Meliputi, Desa Jambangan, Bumimulyo, Raci, Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, serta Desa Ngerang, Kecamatan Juwana.

Kemacetan tersebut bermula Desa Trimulyo, Batangan, hingga menjalar ke Kabupaten Rembang.

Di lokasi tersebut, kendaraan padat merayap. Truk-truk kontainer melaju dengan rata-rata kecepatan 10-30 kilometer per jam.

”Kalau hari ini (kemarin, Red) tak begitu parah seperti kemarin (Kamis, Red). Ini padat merayap," terang Ani, warga Desa Trimulyo, Batangan.

Di sisi lain, saat pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jateng dimintai keterangan menyatakan, pihaknya tengah menggarap paket rekonstruksi dan rehabilitasi Jalur Pantura Kudus-Rembang.

Targetnya sebelum Natal dan tahun baru (nataru) sudah selesai.

”Perkerjaannya di mayor jalan 10,616 km dan rekonstruksi jalan di 7,350 km. Kegiatan rekonstruksi jalan di Kecamatan Batangan, Pati, itu merupakan bagian dari paket tersebut," papar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jateng Dinar Pangayoman.

"Total rekonstruksi jalan di Batangan panjangnya 5,4 km. Sisanya rekonstruksi di Kecamatan Kaliori, Rembang," lanjutnya.

Dia menambahkan, di Kecamatan Batangan saat ini sedang penyiapan lahan di beberapa segmen.

”Tapi tentunya jalan yang sedang dikerjakan ini, agar menjadi lebih baik. Tentu masyarakat masih ingat kondisi awal jalan sudah memerlukan penanganan khusus, seperti rekonstruksi jalan. Jadi, kami mohon dukungan dari semua pihak," imbuhnya.

Sementara itu, truk hingga bus mencoba mengakali kemacetan dengan melintasi jalur alternatif Jakenan-Jaken.

Di ”jalur tikus” itu, hanya titik-titik tertentu yang mengalami kemacetan. Seperti di perempatan Polsek Jakenan dan pertigaan Jaken arah Desa Kuniran, Batangan.

”Jalur alternatif lancar. Hanya titik tertentu yang macet. Tapi tadi (kemarin siang, Red) lancar," terang Rukin, warga Desa Glonggong, Jakenan.

Selain itu, dampak kemacetan ini, membuat para sopir truk trailer dirugikan.

Selain molornya waktu pengiriman, ongkos transportasi juga membengkak.

”Ya rugi uang dan waktu. Di sini (lokasi macet, Red) berlama-lama. Sejak subuh saya sudah tersendat di Jalur Pantura," terang Supardi, salah satu sopir truk trailer.

Kemacetan ini tak sekali ini dialamimya. Namun, kali ini yang terparah.

”Ini yang paling parah. Macetnya sampai Rembang. Saya terjebak sejak di Jalur Lingkar Pati," paparnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#kendaraan #rembang #pati #jalur alternatif #jalur pantura #macet