Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BPBD Pati Usulkan Status Bencana Kekeringan Jadi Gawat Darurat, Ini Penyebabnya!

Andre Faidhil Falah • Jumat, 29 September 2023 | 21:27 WIB
Ilustrasi Kekeringan
Ilustrasi Kekeringan

PATI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengusulkan status bencana kekeringan dinaikkan menjadi gawat darurat. Sebab kekeringan semakin meluas.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencada Daerah (BPBD) Pati, kekeringan ini melanda di 10 kecamatan.

Meliputi, Batangan, Tayu, Tambakromo, Sukolilo, Kayen, Gabus, Winong, Pucakwangi, Jakenan, dan Jaken. Kurang lebih ada 60-an desa yang terdampak dari kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menuturkan, kekeringan yang melanda Kota Mina Tani ini semakin meluas. Sehingga perlu penetapan status tanggap bencana kekeringan.

“Kekeringan di Kabupaten Pati semakin meluas, diperparah lagi dengan tingginya harga beras. Maka status bencana kekeringan perlu dinaikkan status menjadi gawat darurat,” tuturnya.

Kenaikan status tanggap naik menjadi gawat darurat mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 tahun 2021 tentang perubahan Perbup Nomor 36 tahun 2013 tentang Pedoman Keadaan Status Darurat Bencana.

Lanjut dia, pasal 11 pada peraturan tersebut berisi penjelasan terkait dengan cakupan lokasi bencana kekeringan pada kurun waktu tertentu.

Lalu, korban bencana meliputi paling sedikit 1.200 hektar lahan pertanian atau telah berdampak tiga desa mengalami kesulitan air minum.

“Mengacu pada peraturan itu, maka sudah tepat jika bencana kekeringan statusnya dinaikkan,” paparnya.

Usulannya telagh disampaikan kepada Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro. Pada awal Oktober wacana tersebut akan dibahas lagi bersama OPD terkait.

Sementara itu, saat ini pemerintah setempat menetapkan status siaga darurat kekeringan. Berbagai bantuan air bersih juga disalurkan oleh Pemkab Pati.

”Satuts bencana masih siaga darurat kekeringan. Nanti proses ke sana (tanggap darurat,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menuturkan, pihaknya sementara ini belum menetapkan status tanggap bencana kekeringan.

Di samping itu, pihaknya masih berupaya memberikan bantuan dropping air bersih kepada masyarakat.

”Belum (penetapan tanggap bencana, Red). Kita masih upayakan bantuan-bantuan air bersih,” katanya. (adr/him)

Editor : Ali Mustofa
#pati #air bersih #gawat darurat #kekeringan #BPBD