Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Terdampak Kekeringan saat Kemarau, Puluhan Ribu Jiwa di Pati Butuh Air Bersih

Andre Faidhil Falah • Jumat, 1 September 2023 | 16:36 WIB

 

KEKERINGAN: Warga Kecamatan Jaken mengantre bantuan air bersih di salah satu rumah warga belum lama ini.     
KEKERINGAN: Warga Kecamatan Jaken mengantre bantuan air bersih di salah satu rumah warga belum lama ini.  

 

PATI – Embung Kasih di Kecamatan Sukolilo hingga kini belum bisa difungsikan. Selain serah terima, Pemkab Pati punya pekerjaan rumah (PR) untuk pemenuhan saluran/jaringan air.

Embung Kasih di Desa Kasiyan, Sukolilo ini selesai dibangun sejak akhir 2022 lalu. Adanya embung ini diharapkan mampu mengatasi kekeringan di Pati Selatan ketika kemarau.

Embung Kasih diklaim mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat di wilayah Pati Selatan. Meliputi Sukolilo, Kayen dan Gabus. Volume air yang ditampung 125.000 meter kibik.

Namun, keberadaan embung tersebut belum mengatasi kekeringan maupun banjir. Sebab belum befungsi dan menunggu penyerahan dari pemerintah pusat ke daerah. Namun, kapan serah terima tersebut belum jelas.

”Jadi belum bisa dioperasikan karena memang serah terima belum ada. Kemudian setelah serah terima, kami tentu harus ada pekerjaan kembali. Yaitu penanaman jaringan sepanjang lokasi embung sampai ke daerah Kecamatan Gabus,” terang Direktur PDAM Tirta Bening Pati Bambang Sumantri. 

Selain penanaman jaringan, pihaknya juga harus melakukan pembuatan pengolahan dan pembangunan reservoar yang ada di Kayen. Namun, untuk semua itu harus punya dana yang besar.

Menurutnya, PDAM tak memiliki dana sebesar itu. Bahkan Pemkab Pati juga tak memiliki. Sehingga perlu ada tambahan dana dari pemerintah pusat.

”Tetap kita memohon kepada pemerintah pusat. Namun, ada pihak lain yakni dari swasta yang nantinya akan bekerjasama dengan pihaknya,” imbuhnya. 

Ia mengungkapkan bahwa anggaran untuk membuat embung kasih menghabiskan dana kurang lebih Rp 25 miliar. Sedangkan untuk Sistem Penjaringan Air Minum (SPAM) itu sekitar Rp 100 miliar. 

”Dengan dana Rp 100 miliar itu, kemampuan PDAM dan dan Pemda jelas tak bisa. Dan ini kita tetap memohon ke pemerintah pusat atau kita mengajak investor untun pembangunan SPAM,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin menuturkan, bencana kemarau atau kekeringan ini musiman di Kota Mina Tani. Namun, perlu untuk menangani bencana tersebut. Sebab, ini demi kepentingan masyarakat umum.

”Sayangnya pemkab ini tak memikirkan penanganan jangka panjang. Mereka hanya memikirkan penanganan jangka pendek,” tuturnya.

Menurut Ali, kekeringan ini bisa diatasi dengan pemenuhan air bersih. Salah satunya dengan perluasan jaringan PDAM. Sehingga masyarakat bisa menjangkau akses air bersih.

Selain itu, permasalahan anggaran pipa paska serah terima Embung Kasih, lanjut Ali, penganggaran bisa dilakukan secara bertahap.

”Kalau dikerjakan dalam waktu setahun (jaringan pipa, Red) tentu saja pemerintah tak mampu. Tapi kan bisa bertahap pengerjaannya. Daripada embung itu tak segera berfungsi, maka bisa bertahap. Atau bisa kerjasama dengan investor. Sehingga masyarakat ini segera bisa menikmati air bersih dan tak terjadi kekeringan,” imbuhnya.

Pihaknya juga memberikan opsi untuk pemipaan embung Kasihan bisa diserahkan swasta. Catatannya, kata dia, bila pemkab tak mampu karena terkendala anggaran.

”Ini konteksnya segera memeroleh solusi atas persoalan kekurangan air bersih,” ujarnya. (adr/him)

Editor : Ali Mustofa
#embung #PDAM #air bersih #pemkab pati