Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kirab Replika Raksasa Semarakkan Acara Haul Sunan Sunan Prawoto di Pati

Ali Mustofa • Rabu, 8 Februari 2023 | 23:09 WIB
DIBENTANG: Bendera merah putih dikirab dari makam Pahlawan sampai Alun-alun Kudus kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
DIBENTANG: Bendera merah putih dikirab dari makam Pahlawan sampai Alun-alun Kudus kemarin. (ARIKA KHOIRIYA/RADAR KUDUS)
PATI – Kirab Haul Sunan Prawoto kembali dilaksanakan siang kemarin. Kirab ini diharapkan menjadi even wisata budaya hingga tingkat nasional. Ini melengkapi status Desa Prawoto sebagai desa wisata religi.

Mendung menggelantung di atas langit desa yang memiliki julukan Bumi Kasunanan Prawoto ini. Alun-alun yang menjadi pusat keramaian desa berpenduduk 12.000 jiwa ini telah dipenuhi manusia. Pedagang kaki lima berjejalan di sudut-sudut alun-alun. Bianglala dan aneka permainan pasar malam juga turut meramaikan puncak acara Haul Sunan Prawoto alias Raden Bagus Hadi Mukmin.

Masyarakat antusias menunggu rombongan kirab. Mereka berjajar di sepanjang jalan desa. Kirab menempuh rute sekitar 2 kilometer. Dimulai dari balai desa hingga finish di makam Sunan Prawoto.

Kepala Desa Prawoto Achmad Hyro Fachrus mengungkapkan, kirab ini dihadiri perwakilan dari Keraton Surakarta, para pemangku makam aulia, dan dinas terkait.

"Kami berharap kirab yang sudah menjadi tradisi di desa ini bisa terus dilestarikan. Dan bisa turut meningkatkan perekonomian warga desa," paparnya.

Untuk diketahui dari berbagai sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, Sunan Prawoto merupakan Sultan ke-4 Kerajaan Demak. Sunan Prawoto merupakan putera Sultan Trenggono. Makamnya berada di belakang balai desa setempat berjarak sekitar 200 meter.

Kirab dimulai sekitar pukul 14.00, sebanyak 2.000 peserta meramaikan acara ini. Kirab dimeriahkan oleh sejumlah grup marching band.  Busana carnival, barongan, hingga replika hewan raksasa. Ratusan pelajar dari tingkat TK, SD hingga sekolah menengah pertama.

Kirab diberangkatkan Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono. Pihaknya berharap even ini bisa menjadi agenda rutin yang menjadi wisata budaya. Seperti tradisi Meron di Sukolilo. "Apalagi di sini juga banyak destinasi wisata. Seperti sendang, dan makam," paparnya.

Wakil Ketua 1 DPRD Pati Joni Kurnianto berharap tradisi seperti haul ini harus tetap dilestarikan. "Dukungan DPRD kepada even budaya seperti ini sangat besar. Tradisi dan budaya ini sangat penting. Harapannya terus bisa lestari," paparnya.

Sementara itu anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Kartina Sukawati menilai keramaian even budaya seperti ini menjadi titik balik Indonesia sudah lepas dari pandemi Covid-19.

Selain itu dengan adanya haul di Prawoto ini bisa menjadi jalan untuk nguri-uri budaya. Sekaligus mengajarkan kepada generasi muda untuk menghormati tokoh-tokoh leluhur seperti Sunan Prawoto ini.

"Kami juga mendukung haul Sunan Prawoto dengan beragam acara seperti kirab ini bisa masuk dalam kalender even budaya nasional. Dengan segala potensi uniknya di desa ini pasti bisa. Kita sebagai wakil rakyat akan mendukung penuh," jelas perempuan yang akrab disapa Bu Ina tersebut. (aua/him) Editor : Ali Mustofa
#pati #nguri-uri budaya #desa wisata religi #kirab haul sunan prawoto #sunan prowoto