Gubernur Jateng Ganjar Pranowo nampak memimpin acara rakor tersebut. Pihaknya mengundang seluruh bupati/walikota dan pelaksana Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten/kota wilayah Pantura Jateng. Kegiatan tersebut guna membahas pelaporan upaya dan kendala penanganan bencana alam.
Dalam kesempatan itu, Henggar menyampaikan laporan kebencanaan yang terjadi di Kabupaten Pati. Misalnya, banjir bandang pada November tahun lalu. Banjir itu dikira sangat berdampak. Sebab 14 rumah warga hilang dan 22 rumah warga rusak berat.
Dia juga melaporkan bencana terkini yang terjadi di Pati. Yakni 11 kecamatan terendam banjir. Beberapa warga yang mengungsi karena kebanjiran juga dilaporkan.
”Jadi wilayah yang terdampak bencana sudah disiapkan rumah pengungsian oleh pemerintah desa (Pemdes). Kami juga men-support kaitannya dengan logistik,” terang Henggar saat melaporkan bencana kepada gubernur Jateng.
Henggar mengatakan, pihaknya terus berupaya dan berkoordinasi dengan BPBD kabupaten hingga Provinsi Jateng. Ini guna melakukan penanganan kebencanaan di Kota Mina Tani.
Dia juga menyoroti dampak bencana alam di wilayah dataran tinggi Sukolilo. Bencana ini menyebabkan ratusan hektar sawah terendam banjir.
Akhirnya dia pun mengusulkan cara untuk meminimalisasi dampak bencana alam ini. Salah satunya dengan pembangunan waduk. Kata Henggar, itu prospek penanganan jangka panjang bencana banjir.
”Sangat layak ke depannya dalam penanganan jangka panjang agar ada pembangunan sebuah waduk. Paling tidak agar dapat meminimalisasi kondisi titik-titik yang ada di bawahnya. Yaitu Kecamatan Kayen dan Gabus,” ucapnya.
Harapannya terkait bantuan mobilitas kepada gubernur Jateng agar dapat membantu mobilisasi masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Terutama dalam perjalanan menuju sekolah dan bekerja. (adr/him) Editor : Ali Mustofa