Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pati Selatan Jadi Langganan Banjir, Camat Tambakromo: Butuh Political Will!

Ali Mustofa • Jumat, 2 Desember 2022 | 23:25 WIB
TERGENANG: Sejumlah kendaraan tergenang akibat meluapnya air dari persawahan di Kecamatan Sumber pada Rabu (16/3). (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)
TERGENANG: Sejumlah kendaraan tergenang akibat meluapnya air dari persawahan di Kecamatan Sumber pada Rabu (16/3). (ISTIMEWA/RADAR KUDUS)
PATI – Wilayah Kabupaten Pati bagian selatan rawan terhadap bencana banjir bandang serta banjir akibat luapan sungai Silugonggo beserta anak sungainya. Banjir rutin terjadi setiap tahun. Beberapa kecamatan yang rawan banjir di wilayah selatan antara lain Kecamatan Kayen, Winong, Sukolilo, Gabus, dan Tambakromo.

Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat mengungkapkan, harus ada political will dari pemangku kebijakan untuk tidak secara gegabah mengalihkan hak pengelolaan hutan kepada kepentingan sepihak. Dengan begitu, tanaman-tanaman keras di hutan Pegunungan Kendeng tetap terjaga kelestariannya.

”Pegunungan Kendeng sebagai daerah tangkapan air hujan harus terjaga kelestariannya. Selain itu, untuk penanganan bencana ini, masih diperlukan normalisasi sungai dan saluran air di kanan dan kiri jalan,” paparnya.

Dia berharap, drainase benar-benar bisa berfungsi dengan baik, mengalirkan air ke tempat semestinya. Karena itu, perlu informasi, komunikasi, dan eduksi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

”Termasuk kesadaran untuk tidak membuat bangunan di area sempadan sungai. Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut berperan untuk mencegah potensi bencana banjir secara aktif,” imbuhnya.

Untuk diketahui, banjir di wilayah Pati bagian selatan menjadi permasalahan menahun yang belum ditemukan solusinya. Yang menjadi perhatian adalah kondisi di wilayah Pegunungan Kendeng yang dulu hutannya lebat, sekarang sudah beralih fungsi. Banjir yang terjadi antara lain disebabkan berkurangnya area tangkapan hujan di wilayah atas tersebut.

Pegunungan yang dulunya ada hutan, sekarang lebih banyak menjadi lahan pertanian. Selain itu, yang memperparah terjadinya banjir ini pendangkalan sungai, sehingga membuat air cepat meluap. Kemudian menggenangi rumah-rumah warga dan jalanan. (aua/lin) Editor : Ali Mustofa
#langganan banjir #pati #normalisasi sungai #pegunungan kendeng #penanganan bencana #banjir bandang pati