Baca Juga : Warga Pati Ini Ditangkap Polisi di Kudus usai COD HP Pakai Uang Palsu
Rabu, (10/8) tahapan pembangunan jalan tol Demak-Tuban di Kabupaten Pati itu saat ini memasuki tahap analisis dampak lingkungan (Amdal). Rencananya, dua perwakilan akan dipanggil ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sementara, kebanjiran dianggap menjadi persoalan pembangunan proyek tersebut.
Nantinya, para kepala desa (Kades) hingga tokoh masyarakat terdampak pembangunan tol dipanggil di Kantor Kecamatan Jakenan. Bersama pramakarsa, konsultan proyek dan dinas terkait membahas persoalan Amdal/dampak lingkungan pembangunan jalan tol yang akan menyasar 40 desa di sembilan kecamatan tersebut.
Adapun 40 desa dari sembilan kecamatan yang akan dilalui proyek Tol Demak-Tuban, yakni:
- Kecamatan Batangan: Kuniran dan Sukoagung
2. Kecamatan Gabus: Babalan, Banjarsari, Gebang, Gempolsari, Karaban, Koripandriyo, Kosekan, Pantirejo, Penanggungan, Plumbungan, Soko, Sunggingwarno, Tanjang, Tlogoayu, dan Wuwur
3. Kecamatan Jaken: Kebonturi, Mojoluhur, Sriwedari, dan Sumberarum.
4. Kecamatan Jakenan: Jakenan, Jatisari, Karangrejo Lor, Mantingan Tengah, dan Sidomulyo
5. Kecamatan Kayen: Talun
6. Kecamatan Pati: Gajahmati
7. Kecamatan Pucakwangi: Grogolsari, Karangrejo, dan Plosorejo
8. Kecamatan Sukolilo: Wotan
9. Kecamatan Winong: Karangkonang, Kebowan, Klecoregonang, Mintorahayu, Sarimulyo, Tanggel, Tawangrejo, dan winong
Sementara itu, rata-rata keluhan para Kades ini soal banjir yang menggenang wilayahnya. Ada pula yang membicarakan soal percepatan pembangunan dan ganti untung.
”Desa Tlogoayu, Gabus ini selalu kebanjiran. RW 1 (yang terdampak tol) ini berdekatan dengan Sungai Juwana, jadi langganan banjir. Oleh karena itu, dibangunnya tol ini setidaknya ada manfaatnya. Jangan sampai memperburuk keadaan (banjir),” ujar Kades Tlogoayu, Gabus Darsono.
Terpisah, Perwakilan Pramakarsa Proyek Daebong Kim menjelaskan soal pembangunan jalan tol yang akan melintasi di Pati. Rencananya, proyek ini dimulai antara 2023-2024.
”Projek ini rencana akan dimulai antara 2023-2024. Rencana konstruksi pada 2024-2025. Saat ini (10/8) di Pati tahapan proyeknya tentang Amdal. Masukan dan saran masyarakat dibutuhkan untuk Amdal. Jalan tol di Pati akan melintasi sembilan kecamatan dan 40 desa,” tukas warga asal Korea itu. (adr/khim) Editor : Abdul Rokhim