alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Warga Pati Ini Ditangkap Polisi di Kudus usai COD HP Pakai Uang Palsu

KUDUS – Satreskrim Polres Kudus meringkus pengedar uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Peringkusan dilakukan setelah polisi menyamar menjadi pembeli dan bertransaksi dengan pengedar uang palsu.

Baca Juga : Terduga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Gadis di Pati Dikenal Playboy

Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David menyatakan, pelaku berinisial MJ warga Kecamatan Kayen diringkus pada Jumat (29/7) di SPBU Tanjang di Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.


“Hasil pengembangan kasus diamankan uang palsu yang ada di rumah pelaku sebanyak 95 lembar pecahan Rp 50 ribu. Barang bukti lainnya alat laminator, alat pemotong kertas, serta satu lembar pita uang palsu,” jelasnya.

Sebelumnya, korban melapor ditipu pelaku. Saat itu pelaku membeli handphone korban dengan harga Rp 3,3 juta. Setelah akad selesai, korban curiga. Pertama, uang pecahan Rp 50 ribu memiliki nomor seri yang sama. Total ada 51 lembar Rp 50 ribu yang diterima saat transaksi itu.

Baca Juga :  Lantik 26 Pejabat Fungsional, Bupati Jepara Sampaikan Pesan Ini

“Saat beli, uang aslinya Rp 750 ribu. Selebihnya uang yang dibayarkaan palsu,” katanya.

Dari keterangan tersangka MJ, dia baru pertama kali melakukan. Dirinya memperoleh uang palsu dari J warga Jepara.

Uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta dibeli tersangka dengan harga Rp 2 juta. Tersangka membelinya dalam bentuk lembaran yang kemudian dipotong-potong dan dilaminasi dengan hologram. Sesuai dengan video tutorial yang sudah didapatkannya dalam paket pembelian uang palsu tersebut.

“Saya memalsukan uang ini karena kepepet kondisi ekonomi,” kata pria yang juga bekerja sebagai buruh itu.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat (2) dan (3) Undang-undang RI nomor 7/2011 tentang Mata Uang. Subsider pasal 245 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp50 miliar. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

KUDUS – Satreskrim Polres Kudus meringkus pengedar uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Peringkusan dilakukan setelah polisi menyamar menjadi pembeli dan bertransaksi dengan pengedar uang palsu.

Baca Juga : Terduga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Gadis di Pati Dikenal Playboy

Kasatreskrim Polres Kudus, AKP Agustinus David menyatakan, pelaku berinisial MJ warga Kecamatan Kayen diringkus pada Jumat (29/7) di SPBU Tanjang di Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo, Pati.

“Hasil pengembangan kasus diamankan uang palsu yang ada di rumah pelaku sebanyak 95 lembar pecahan Rp 50 ribu. Barang bukti lainnya alat laminator, alat pemotong kertas, serta satu lembar pita uang palsu,” jelasnya.

Sebelumnya, korban melapor ditipu pelaku. Saat itu pelaku membeli handphone korban dengan harga Rp 3,3 juta. Setelah akad selesai, korban curiga. Pertama, uang pecahan Rp 50 ribu memiliki nomor seri yang sama. Total ada 51 lembar Rp 50 ribu yang diterima saat transaksi itu.

Baca Juga :  Kembangkan UMKM, KKN Unisnu Latih Packaging dan E-Commerce

“Saat beli, uang aslinya Rp 750 ribu. Selebihnya uang yang dibayarkaan palsu,” katanya.

Dari keterangan tersangka MJ, dia baru pertama kali melakukan. Dirinya memperoleh uang palsu dari J warga Jepara.

Uang palsu sebanyak Rp 6,5 juta dibeli tersangka dengan harga Rp 2 juta. Tersangka membelinya dalam bentuk lembaran yang kemudian dipotong-potong dan dilaminasi dengan hologram. Sesuai dengan video tutorial yang sudah didapatkannya dalam paket pembelian uang palsu tersebut.

“Saya memalsukan uang ini karena kepepet kondisi ekonomi,” kata pria yang juga bekerja sebagai buruh itu.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat (2) dan (3) Undang-undang RI nomor 7/2011 tentang Mata Uang. Subsider pasal 245 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp50 miliar. (gal/mal)






Reporter: Galih Erlambang Wiradinata

Most Read

Artikel Terbaru