PRIA lulusan D3 UNS ini menjabat sebagai kepala desa sejak 2008. Pada periode pertama hingga tahun 2015, Amrudin fokus melakukan pembenahan. Antara lain mengaktifkan kelembagaan desa hingga pembangunan infrastruktur dasar dan perkantoran. "Kami juga berhasil membangun PAM Desa untuk pelayanan sumber air bersih," papar Amrudin kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Di periode keduanya tahun 2015-2021 Amrudin fokus dalam mengembangkan program-program pemberdayaan seperti pengembangan UMKM desa, dan pendidikan PAUD. "Periode ini kami juga kembali benah-benah yaitu pembangunan gedung dan pendapa balai desa serta renovasi Loji Londo sebuah bangunan rumah peninggalan zaman Belanda di sini dulu kan ada pabrik gula," jelas pria kelahiran 1969 ini.
Sedangkan di periode ketiganya tahun 2021-2027 Amrudin mulai melakukan perintisan desa wisata mandiri cagar budaya. Dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada di desanya tersebut.
"Kami memanfaatkan peninggalan Belanda ini untuk menjadi tempat wisata. Nantinya dilengkapi dengan wisata air ada Waterboom ya. Selain itu pada periode ketiga ini kami ingin melakukan penguatan UMKM dan juga BUMDES," imbuhnya.
Menjabat sebagai kepala desa hingga periode ketiga ini memberikan pengalaman tersendiri. Bagi Amrudin, jabatan sebagai kepala desa menurutnya itu membahagiakan dan menyenangkan.
"Karena itu di samping kita melaksanakan pengabdian dan pelayanan, kita juga bisa terlibat langsung di setiap gerak perubahan pembangunan desa yang secara sistematis, terencana dan dinamis. Kita ikut mengukir, tapak langkah menuju ke arah desa yag mandiri dan sejahtera. Bangga ikut membangun desa," pungkasnya. (aua/ali)
Editor : Ali Mustofa