Untuk sampai ke tempat wisata yang dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX ini, pengunjung harus siap mental karena tergolong cukup ekstrem. Medan jalan merupakan jalur tanah dan berbatu yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan mobil jip.
Dari tempat ini pengunjung bisa melihat puncak-puncak pegunungan yang diselimuti kabut. Memandang ke bawah, ke arah tebing di tenggara, pemandangan dua waduk tersaji, yakni Waduk Seloromo dan Waduk Gunungrowo.
Bagian puncak bukit juga ditata rapi seperti taman, dengan jajaran tanaman hias yang ditata rapi.
Supervisor Wisata Agro Jollong Haris Darmono mengungkapkan, Buba’an Hills konsepnya adalah bumi perkemahan, selain itu wisata alam untuk melihat sunrise dan sunset.
Di Buba’an Hills sudah dibangun fasilitas kamar mandi, gazebo besar untuk tempat beribadah dan bersantai, serta lampu tenaga surya.
“Ini sudah dibuka untuk umum, bagian dari wahana kami. Jadi cukup bayar tiket masuk Rp 10 ribu bisa ke sana. Naik sepeda motor bisa, kalau rombongan kami siapkan mobil jip,” paparnya.
Ia menambahkan, bagi pengunjung yang ingin berkemah/menginap sehari semalam di Buba’an Hills tentu akan dikenai tarif berbeda.
Salah seorang pengunjung, Umar Hanafi, 29, menilai Buba’an Hills sangat indah. Waktu senja sangat cocok untuk menikmati wisata ini.
“Saya baru pertama kali ke sini. Kebetulan diajak teman yang orang sini. Pemandangannya sangat bagus dan udaranya sejuk. Kalau pagi sepertinya lebih enak lagi suasananya,” kata pengunjung dari Desa Sundoluhur, Kayen ini. Editor : Ali Mustofa