RADAR KUDUS - Popularitas motor bebek memang tidak lagi sebesar era ketika model-model dengan transmisi manual masih mendominasi penjualan sepeda motor. Skuter matik kini menjadi pilihan utama banyak konsumen karena menawarkan pengoperasian yang praktis.
Meski demikian, motor bebek belum sepenuhnya kehilangan pasar. Di segmen kendaraan bekas, sejumlah model Honda masih dicari karena dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang relatif efisien, konstruksi sederhana, serta suku cadang yang cukup mudah ditemukan.
Karakter tersebut membuat motor bebek tetap relevan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan harian dengan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau. Beberapa model bahkan masih mudah ditemukan di pasar motor bekas, mulai dari Honda Revo hingga keluarga Supra.
Berikut lima motor bebek Honda yang masih layak masuk daftar pertimbangan bagi calon pembeli motor bekas.
1. Honda Supra X 125 FI
Honda Supra X 125 FI merupakan salah satu motor bebek yang cukup lama dikenal masyarakat Indonesia. Model ini menawarkan perpaduan mesin 125 cc, sistem injeksi PGM-FI, serta karakter berkendara yang diarahkan untuk kebutuhan harian.
Salah satu daya tariknya adalah efisiensi bahan bakar. Dalam brosur Honda, Supra X 125 FI tercatat memiliki angka konsumsi 57,2 km/liter berdasarkan metode ECE R40 Euro 3. Angka tersebut merupakan hasil pengujian, sehingga konsumsi di penggunaan nyata dapat berbeda tergantung kondisi jalan, kecepatan, beban dan gaya berkendara.
Ketersediaan unit bekasnya juga relatif banyak. Berdasarkan sejumlah listing OLX yang terpantau pada September 2026, misalnya, terdapat Supra X 125 FI tahun 2014 yang ditawarkan sekitar Rp7,3 juta, sementara unit tahun 2019 berada di kisaran Rp11,3 juta dan tahun 2020 sekitar Rp12,95 juta.
Dengan demikian, kisaran harga Rp7 juta hingga Rp13 juta lebih realistis digunakan sebagai gambaran untuk beberapa tahun produksi, bukan sebagai patokan mutlak.
2. Honda Supra GTR 150
Bagi konsumen yang menginginkan motor bebek dengan karakter lebih bertenaga, Honda Supra GTR 150 bisa menjadi alternatif.
Model ini menggunakan mesin 149,16 cc DOHC dengan sistem pendingin cairan dan transmisi manual enam percepatan. Karakter mesinnya berbeda dari Supra X 125 FI yang lebih menitikberatkan pada penggunaan harian dan efisiensi.
Kapasitas mesin yang lebih besar membuat Supra GTR 150 menarik bagi pengguna yang membutuhkan respons performa lebih kuat, termasuk untuk perjalanan antarkota.
Di pasar bekas, harga unit sangat dipengaruhi tahun produksi dan kondisi. Model ini juga memiliki jumlah unit yang tidak sebanyak Supra X atau Revo sehingga calon pembeli sebaiknya membandingkan beberapa penawaran sebelum menentukan pilihan.
3. Honda Revo X dan Revo Fit
Honda Revo merupakan pilihan lain yang identik dengan motor bebek sederhana untuk kebutuhan operasional.
Dengan mesin sekitar 110 cc, Revo lebih mengedepankan kepraktisan dan efisiensi daripada performa. Karakter tersebut membuatnya cocok untuk aktivitas sehari-hari seperti perjalanan menuju tempat kerja, ke pasar maupun kebutuhan operasional usaha.
Revo X dan Revo Fit juga menarik bagi konsumen dengan anggaran terbatas. Karena model dan mesinnya sudah lama dikenal, pencarian suku cadang maupun bengkel yang memahami karakter mesinnya relatif mudah.
Untuk pasar bekas, harga sangat tergantung pada tahun produksi. Unit yang lebih tua bisa ditemukan pada kisaran beberapa juta rupiah, sedangkan unit dengan tahun lebih muda dan kondisi terawat tentu mempunyai harga lebih tinggi.
4. Honda Blade 125 FI
Honda Blade 125 FI menjadi pilihan menarik bagi pemburu motor bebek bekas yang menginginkan mesin 125 cc dengan sistem injeksi.
Model ini menggunakan mesin 124,89 cc SOHC dengan teknologi PGM-FI. Pada spesifikasinya, mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 10,1 PS pada 8.000 rpm dan torsi 9,30 Nm pada 4.000 rpm.
Transmisinya menggunakan empat percepatan rotary. Karakter tersebut membuat Blade 125 FI cukup fleksibel untuk kebutuhan mobilitas harian.
Meski sudah tidak menjadi model baru Honda, unit bekasnya masih dapat ditemukan di pasar. Harga biasanya berada di bawah motor bebek Honda yang lebih baru, tetapi kondisi mesin, kelistrikan, bodi dan kelengkapan komponen sangat menentukan nilai jualnya.
Untuk unit tahun 2014 hingga 2017, misalnya, kisaran Rp7 juta hingga Rp9 jutaan dapat menjadi referensi awal. Namun, harga aktual bisa berbeda cukup jauh berdasarkan kondisi dan lokasi kendaraan.
5. Honda Supra Fit
Jika yang dicari adalah motor bebek dengan harga relatif terjangkau dan konstruksi sederhana, Honda Supra Fit masih menarik untuk dilirik.
Motor ini merupakan salah satu model lawas Honda yang pernah menjadi kendaraan harian banyak masyarakat. Karena usia unitnya sudah cukup tua, kondisi kendaraan menjadi faktor yang jauh lebih penting dibandingkan sekadar tahun produksi.
Calon pembeli perlu memeriksa kondisi mesin, rangka, transmisi, kelistrikan, sistem pengereman, suspensi, serta kelengkapan surat-surat.
Harga Supra Fit juga sangat beragam. Beberapa listing di pasar kendaraan bekas menunjukkan unit lawas dapat ditawarkan mulai beberapa juta rupiah. Di Yogyakarta, misalnya, terdapat listing Supra Fit tahun 2004 dengan harga sekitar Rp8 juta, sementara Supra tahun 2003 ditawarkan sekitar Rp3,8 juta. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga unit lawas sangat bergantung pada kondisi dan spesifikasi kendaraan.
Mengapa Motor Bebek Honda Masih Dicari?
Ada beberapa alasan yang membuat motor bebek Honda tetap memiliki pasar di sektor kendaraan bekas.
Pertama, konstruksi motor bebek relatif sederhana. Pengguna tidak perlu beradaptasi dengan sistem transmisi otomatis seperti pada skuter matik, sementara mekanisme kopling otomatis pada banyak motor bebek membuat pengoperasiannya tetap cukup mudah.
Kedua, efisiensi bahan bakar menjadi pertimbangan penting. Untuk pengguna yang menempuh jarak cukup jauh setiap hari, konsumsi BBM dapat berpengaruh terhadap biaya operasional bulanan.
Ketiga, keberadaan jaringan bengkel dan suku cadang menjadi nilai tambah. Honda menyebut dalam materi Supra X 125 FI bahwa ekosistem bengkel dan mekanik untuk kendaraan injeksi telah tersebar luas.
Keempat, harga pembelian motor bebek bekas dapat lebih rendah dibandingkan sejumlah skuter matik bekas dengan tahun produksi yang sama. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku untuk semua model karena unit tertentu yang masih orisinal dan terawat justru dapat mempunyai harga relatif tinggi.
Jangan Hanya Terpaku pada Harga Murah
Membeli motor bebek bekas membutuhkan pemeriksaan yang lebih teliti, terutama untuk unit yang sudah berusia cukup tua.
Kondisi mesin sebaiknya menjadi perhatian pertama. Dengarkan suara mesin ketika kondisi dingin dan panas, periksa apakah terdapat kebocoran oli, serta rasakan perpindahan gigi ketika melakukan test ride.
Bagian rangka juga perlu diperiksa untuk mengetahui kemungkinan bekas benturan atau kecelakaan. Selanjutnya, cek sistem pengereman, suspensi, ban, rantai dan gear, kelistrikan, lampu serta panel instrumen.
Dokumen kendaraan tidak kalah penting. Pastikan nomor rangka dan nomor mesin sesuai dengan STNK dan BPKB. Status pajak juga sebaiknya diperiksa sebelum transaksi.
Untuk motor lawas, tingkat keaslian komponen juga dapat memengaruhi harga. Unit yang masih mempertahankan komponen bawaan pabrik dan mempunyai riwayat perawatan jelas biasanya lebih mudah dinilai dibandingkan kendaraan yang telah banyak dimodifikasi.
Pasar Bekas Tetap Menawarkan Banyak Pilihan
Lima model tersebut menunjukkan bahwa motor bebek Honda masih mempunyai ruang di pasar kendaraan bekas, meskipun popularitas motor matik jauh lebih besar.
Supra X 125 FI dan Revo dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang mengutamakan kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari.
Supra GTR 150 lebih menonjolkan performa, sementara Blade 125 FI menawarkan alternatif motor bebek 125 cc yang kini hanya dapat dicari melalui pasar bekas. Adapun Supra Fit lebih cocok bagi pemburu motor lawas dengan anggaran terbatas yang siap melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh.
Pada akhirnya, kondisi unit tetap menjadi faktor terpenting. Harga yang murah belum tentu menghasilkan biaya kepemilikan yang rendah apabila motor membutuhkan banyak perbaikan setelah dibeli.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan beberapa unit, memeriksa dokumen dan kondisi fisik secara langsung, serta melakukan test ride sebelum menyelesaikan transaksi.
Editor : Mahendra Aditya