BEIJING – BYD kembali menunjukkan ambisinya menguasai pasar kendaraan listrik premium. Melalui merek mewah Denza, produsen otomotif asal China itu resmi membuka pre-sales Denza Z, supercar listrik pertamanya yang dirancang untuk bersaing dengan nama-nama besar seperti Porsche, Tesla, Lotus, hingga Rimac di segmen kendaraan listrik berperforma tinggi.
Peluncuran tahap awal dilakukan di pasar domestik China setelah model tersebut menjalani debut global dalam ajang Goodwood Festival of Speed 2026 di Inggris. Denza menargetkan pasar China dan Eropa sebagai fokus utama pemasaran supercar listrik terbarunya.
Baca Juga: Denza BAO 5 Resmi Masuk Eropa, SUV Plug-in Hybrid 544 PS Siap Tantang Land Rover hingga Jeep
Hadir dalam Tiga Varian
Denza Z dipasarkan dalam tiga pilihan model yang menyasar karakter pengguna berbeda, mulai dari penggunaan harian hingga lintasan balap.
Harga pre-sales di China meliputi:
-
Denza Z Coupe: mulai 680.000 yuan (sekitar Rp1,5 miliar)
-
Denza Z Spider (Convertible): mulai 780.000 yuan (sekitar Rp1,75 miliar)
-
Denza Z Racing: mulai 1,18 juta yuan (sekitar Rp2,65 miliar)
Peluncuran resmi kepada publik dijadwalkan berlangsung pada kuartal keempat 2026, sementara pengiriman unit kepada konsumen akan dimulai setelahnya.
Untuk pasar Inggris, Denza sebelumnya mengumumkan harga mulai £142.900 untuk Coupe, £159.900 untuk Spider, dan £172.900 untuk varian Racing. Pemesanan di Eropa direncanakan dibuka pada Oktober 2026.
Performa Setara Hypercar Dunia
Denza Z dirancang sebagai supercar listrik berperforma ekstrem.
Mobil ini mengusung konfigurasi tiga motor listrik (Tri-Motor AWD) yang terdiri atas satu motor di depan dan dua motor di belakang.
Gabungan ketiga motor menghasilkan tenaga puncak mencapai:
-
1.180 kW
-
1.582 horsepower (HP)
Dengan tenaga sebesar itu, performanya berada di level supercar dan hypercar kelas dunia.
Varian Racing menjadi model tercepat dengan kemampuan:
-
0–100 km/jam dalam 1,96 detik
-
Kecepatan maksimum 350 km/jam
Sementara dua varian lainnya juga menawarkan performa luar biasa:
Coupe
-
0–100 km/jam: 2,25 detik
-
Top speed: 300 km/jam
Spider
-
0–100 km/jam: 2,3 detik
-
Top speed: 300 km/jam
Angka tersebut menempatkan Denza Z sebagai salah satu mobil listrik tercepat yang pernah diproduksi oleh pabrikan asal China.
Baca Juga: IHSG Menguat, Asing Catat Net Buy Rp1 Triliun Berkat Transaksi Besar PKPK dan Aksi Borong Big Caps
Desain Aerodinamis Karya Wolfgang Egger
Secara tampilan, Denza Z mengusung desain coupe rendah dengan karakter agresif dan aerodinamis.
Mobil ini dikembangkan di bawah arahan Wolfgang Egger, desainer otomotif ternama yang pernah berkarier di Alfa Romeo, Audi, dan Lamborghini.
Beberapa elemen desain unggulan meliputi:
-
bodi aerodinamis dengan saluran udara aktif;
-
penggunaan material serat karbon (carbon fiber);
-
sensor LiDAR yang terintegrasi;
-
velg performa berukuran 20 hingga 21 inci.
Dimensi kendaraan juga dirancang proporsional untuk mendukung stabilitas saat melaju dalam kecepatan tinggi.
-
Panjang Coupe dan Racing: 4.870 mm
-
Panjang Spider: 4.780 mm
-
Wheelbase: 2.780 mm
Platform e3 dan Teknologi Steer-by-Wire Pertama BYD
Denza Z menjadi model pertama yang menggunakan platform pintar e3 milik BYD.
Platform ini mengintegrasikan tiga motor listrik independen dengan sistem kemudi roda belakang (rear-wheel steering), sehingga meningkatkan stabilitas saat menikung maupun bermanuver pada kecepatan tinggi.
Tak hanya itu, mobil ini juga menjadi kendaraan pertama BYD yang menggunakan teknologi steer-by-wire hasil pengembangan internal. Sistem tersebut menghilangkan hubungan mekanis konvensional antara setir dan roda, menggantikannya dengan kontrol elektronik yang lebih presisi.
Teknologi ini banyak digunakan pada kendaraan performa tinggi generasi terbaru karena mampu meningkatkan respons kemudi dan efisiensi pengendalian.
Suspensi Pintar Berbasis Magnet
Untuk mendukung karakter sport, Denza menyematkan sistem suspensi DiSus-M Intelligent Suspension.
Teknologi ini menggunakan magnetorheological dampers, yaitu peredam kejut yang dapat mengubah tingkat kekerasannya hanya dalam hitungan milidetik sesuai kondisi jalan dan gaya mengemudi.
Hasilnya adalah kombinasi kenyamanan saat berkendara harian dan stabilitas maksimal ketika digunakan di sirkuit.
Didukung AI dan Sistem ADAS Generasi Terbaru
Seluruh varian Denza Z telah dibekali paket God's Eye 5.0, sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) terbaru dari BYD.
Fitur-fitur yang tersedia antara lain:
-
Highway Navigation Assist;
-
Adaptive Cruise Control;
-
Lane Keeping Assist;
-
Automatic Parking;
-
Remote Parking;
-
kamera 360 derajat;
-
pemantauan titik buta (Blind Spot Monitoring).
Kehadiran sensor LiDAR dan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) membuat sistem ini mampu memberikan pengalaman berkendara yang lebih aman sekaligus nyaman.
Baterai Blade 102 kWh dan Arsitektur 800 Volt
Denza Z menggunakan Blade Battery berbasis lithium iron phosphate (LFP), teknologi baterai andalan BYD yang dikenal memiliki tingkat keamanan tinggi, umur pakai panjang, serta tahan terhadap risiko overheat.
Untuk pasar China, mobil ini dibekali:
-
baterai 102 kWh;
-
arsitektur kelistrikan 800 volt;
-
dukungan pengisian daya cepat (fast charging).
Teknologi tersebut memungkinkan efisiensi pengisian yang lebih tinggi sekaligus menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Siap Diuji di Nürburgring
Sebagai bagian dari pengembangan lebih lanjut, Denza mengonfirmasi bahwa Denza Z akan menjalani pengujian performa di Sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.
Lintasan sepanjang lebih dari 20 kilometer itu dikenal sebagai salah satu trek paling menantang di dunia dan menjadi tolok ukur kemampuan mobil-mobil performa tinggi.
Langkah ini menunjukkan keseriusan BYD dalam membuktikan bahwa Denza Z bukan sekadar supercar listrik dengan spesifikasi impresif di atas kertas, tetapi juga memiliki kemampuan nyata untuk bersaing dengan produk-produk premium dari pabrikan Eropa.
Dengan hadirnya Denza Z, BYD semakin memperluas portofolio kendaraan premium setelah sebelumnya meluncurkan Yangwang U9. Jika Yangwang menyasar segmen ultra-luxury, Denza diposisikan untuk bersaing langsung di pasar supercar listrik premium yang kini berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan berperforma tinggi tanpa emisi.
Editor : Mahendra Aditya