JAKARTA – Tren kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan biaya operasional. Di tengah persaingan ketat segmen SUV listrik, Xpeng G6 hadir sebagai salah satu pilihan yang menarik karena menawarkan teknologi modern dengan biaya penggunaan yang relatif rendah.
Bagi calon konsumen, harga beli bukan satu-satunya faktor yang perlu dipertimbangkan. Total Cost of Ownership (TCO) atau biaya kepemilikan selama masa penggunaan menjadi indikator penting untuk mengetahui seberapa ekonomis sebuah kendaraan dalam jangka panjang.
Berdasarkan simulasi penggunaan hingga 100.000 kilometer, biaya operasional Xpeng G6 tergolong kompetitif dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal maupun sebagian mobil listrik lain di kelasnya.
Efisiensi Baterai Jadi Kunci Penghematan
Xpeng G6 dibekali baterai berkapasitas 66 kWh dengan tingkat konsumsi energi sekitar 16,2 kWh per 100 kilometer. Dengan efisiensi tersebut, kendaraan mampu menempuh sekitar 435 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Jika menggunakan tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp2.466 per kWh, biaya pengisian baterai dari kondisi kosong hingga penuh berada di kisaran Rp162.756.
Artinya, untuk perjalanan sejauh 100 kilometer, biaya energi yang dibutuhkan hanya sekitar Rp39.949. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan biaya bahan bakar kendaraan konvensional yang dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat tergantung jenis kendaraan dan harga BBM.
Untuk penggunaan hingga 100.000 kilometer, kebutuhan energi total mencapai sekitar 16.200 kWh. Dengan asumsi tarif listrik tetap, total biaya pengisian daya diperkirakan mencapai Rp39,95 juta.
Servis Gratis hingga 100.000 Kilometer
Salah satu keunggulan lain yang ditawarkan Xpeng G6 adalah program perawatan berkala tanpa biaya hingga jarak tempuh 100.000 kilometer atau sekitar lima tahun penggunaan normal.
Kebijakan ini memberikan keuntungan signifikan bagi pemilik karena biaya servis berkala biasanya menjadi salah satu pengeluaran terbesar pada kendaraan konvensional.
Pada mobil listrik, komponen yang memerlukan perawatan rutin juga lebih sedikit dibandingkan mobil berbahan bakar fosil. Tidak ada penggantian oli mesin, filter oli, busi, maupun sejumlah komponen mekanis lain yang lazim ditemukan pada kendaraan konvensional.
Hal tersebut menjadi alasan mengapa banyak studi global, termasuk laporan dari berbagai lembaga otomotif internasional, menyebut biaya perawatan mobil listrik rata-rata 30-50 persen lebih rendah dibandingkan kendaraan bermesin bensin.
Pajak Lebih Ringan Berkat Insentif Kendaraan Listrik
Pemerintah Indonesia masih memberikan berbagai insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai untuk mendorong percepatan transisi energi.
Salah satu bentuk insentif tersebut adalah pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di sejumlah daerah.
Meski demikian, pemilik kendaraan tetap wajib membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp143.000 per tahun serta biaya administrasi penerbitan dokumen kendaraan.
Rinciannya meliputi:
-
SWDKLLJ: Rp143.000 per tahun
-
STNK: Rp100.000
-
TNKB (plat nomor): Rp200.000
Total biaya administrasi dan kewajiban tahunan diperkirakan sekitar Rp443.000 per tahun atau Rp2,215 juta selama lima tahun.
Total Biaya Kepemilikan Hingga 100.000 Kilometer
Jika biaya energi dan administrasi kendaraan dijumlahkan, total biaya kepemilikan Xpeng G6 hingga 100.000 kilometer mencapai sekitar Rp42,16 juta.
Berikut rinciannya:
| Komponen | Biaya |
|---|---|
| Pengisian daya listrik | Rp39.949.200 |
| Pajak dan administrasi 5 tahun | Rp2.215.000 |
| Servis berkala | Rp0 |
| Total | Rp42.164.200 |
Bila dirata-ratakan:
-
Per tahun: Rp8,43 juta
-
Per bulan: Rp702.738
-
Per hari: Rp23.424
Lebih Hemat Dibanding Mobil BBM
Sebagai perbandingan, SUV bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km per liter memerlukan sekitar 8.333 liter BBM untuk menempuh 100.000 kilometer.
Dengan asumsi harga BBM Rp16.250 per liter, biaya bahan bakar saja dapat mencapai lebih dari Rp135 juta, belum termasuk servis rutin, penggantian oli, filter, rem, dan komponen lainnya.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa mobil listrik seperti Xpeng G6 berpotensi menghemat puluhan hingga ratusan juta rupiah dalam jangka panjang, terutama bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Selain faktor ekonomi, kendaraan listrik juga menawarkan keuntungan berupa emisi yang lebih rendah, tingkat kebisingan minim, serta pengalaman berkendara yang lebih halus berkat karakter motor listrik yang mampu menghasilkan torsi instan.
Dengan kombinasi biaya operasional rendah, insentif pemerintah, dan bebas biaya servis hingga 100.000 kilometer, Xpeng G6 menjadi salah satu SUV listrik yang layak diperhitungkan bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi pengeluaran jangka panjang.
Editor : Mahendra Aditya