RADAR KUDUS - Dua perusahaan teknologi kendaraan tanpa pengemudi asal Tiongkok, WeRide dan Pony.ai, resmi memperoleh akses lebih luas ke pasar modal setelah masuk dalam daftar saham yang memenuhi syarat program Stock Connect. Kebijakan tersebut memungkinkan investor dari China daratan untuk memperdagangkan saham kedua perusahaan yang tercatat di Bursa Hong Kong mulai 4 Juni 2026.
Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting bagi industri kendaraan otonom karena membuka pintu terhadap aliran dana yang jauh lebih besar dari pasar domestik Tiongkok. Dengan masuknya kedua emiten tersebut ke dalam skema investasi lintas batas, basis investor mereka berpotensi meningkat secara signifikan.
Program Stock Connect sendiri merupakan mekanisme yang menghubungkan pasar saham Hong Kong dengan bursa di Shanghai dan Shenzhen. Melalui sistem ini, investor yang memenuhi persyaratan tertentu dapat membeli saham perusahaan-perusahaan pilihan yang tercatat di luar wilayah perdagangan utama mereka.
Bagi investor China daratan, akses ke saham WeRide dan Pony.ai menghadirkan peluang untuk berinvestasi langsung pada sektor teknologi masa depan yang tengah berkembang pesat, khususnya kendaraan otonom, kecerdasan buatan, dan transportasi pintar.
Daya Tarik Baru bagi Investor Domestik
Masuknya WeRide dan Pony.ai ke dalam daftar Stock Connect terjadi sekitar tujuh bulan setelah keduanya resmi melantai di Bursa Hong Kong. Kehadiran mereka dalam program tersebut diperkirakan akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham sekaligus memperluas eksposur perusahaan di pasar keuangan domestik Tiongkok.
Stock Connect memiliki sejumlah kriteria seleksi yang mencakup kapitalisasi pasar, likuiditas saham, hingga kepatuhan terhadap regulasi. Karena itu, masuknya kedua perusahaan menjadi sinyal bahwa mereka telah memenuhi standar yang ditetapkan regulator dan operator bursa.
Selain memperluas akses investor, kebijakan ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan pasar terhadap prospek jangka panjang industri kendaraan otonom yang kini menjadi salah satu sektor teknologi paling agresif berkembang di dunia.
Sama-Sama Melantai di AS dan Hong Kong
WeRide dan Pony.ai termasuk dalam kelompok perusahaan teknologi kendaraan otonom yang memilih strategi dual listing di Amerika Serikat dan Hong Kong.
WeRide yang berdiri pada 2017 lebih dulu mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq pada Oktober 2024. Sementara Pony.ai, yang didirikan pada akhir 2016, menyusul dengan IPO di Nasdaq pada November 2024.
Keduanya kemudian melakukan pencatatan saham di Hong Kong pada November 2025, memperkuat posisi mereka sebagai pemain global dalam industri mobil tanpa pengemudi.
WeRide Percepat Ekspansi Global
Saat ini WeRide telah mengoperasikan layanan kendaraan otonom di lebih dari 40 kota yang tersebar di delapan negara. Perusahaan tersebut mengelola armada sekitar 2.800 kendaraan otonom, termasuk sekitar 1.300 unit robotaxi.
Manajemen WeRide menargetkan jumlah robotaxi meningkat menjadi 2.600 unit pada akhir 2026. Dalam jangka panjang, perusahaan bahkan berambisi mengoperasikan puluhan ribu kendaraan otonom pada 2030.
Pengembangan teknologi WeRide ditopang oleh platform kecerdasan buatan miliknya yang dikenal sebagai Genesis World Model. Sistem tersebut menggabungkan teknologi AI generatif dan kecerdasan fisik untuk meningkatkan kemampuan navigasi kendaraan tanpa pengemudi.
Selain robotaxi, solusi Advanced Driver Assistance System (ADAS) milik WeRide juga telah memperoleh puluhan kontrak pengembangan kendaraan dari berbagai produsen otomotif, termasuk perusahaan besar Tiongkok.
Pony.ai Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lebih Agresif
Di sisi lain, Pony.ai menunjukkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan bisnis robotaxi. Perusahaan memperkirakan pendapatan dari layanan robotaxi pada 2026 akan meningkat lebih dari 3,5 kali lipat dibandingkan capaian yang diproyeksikan pada 2025.
Untuk mendukung target tersebut, Pony.ai menaikkan sasaran armada globalnya menjadi lebih dari 3.500 kendaraan pada akhir 2026.
Teknologi inti perusahaan didukung oleh platform PonyWorld dan Virtual Driver yang dikembangkan secara mandiri. Sistem ini digunakan untuk layanan robotaxi maupun kendaraan logistik tanpa pengemudi yang saat ini terus diperluas ke berbagai wilayah operasional.
Industri Robotaxi Semakin Dilirik
Masuknya WeRide dan Pony.ai ke dalam program Stock Connect menjadi indikasi semakin besarnya perhatian investor terhadap sektor kendaraan otonom. Kombinasi perkembangan kecerdasan buatan, kebutuhan mobilitas masa depan, dan dukungan regulasi membuat industri ini menjadi salah satu area investasi yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan terbukanya akses bagi investor China daratan, kedua perusahaan kini memiliki peluang lebih besar untuk menarik modal baru guna mempercepat ekspansi bisnis dan komersialisasi layanan kendaraan tanpa pengemudi dalam skala besar.
Editor : Mahendra Aditya