Lonjakan kebutuhan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya permintaan jasa rental mobil.
Salah satu pelaku usaha di Kudus, Deni Eko Mulyono, mengaku seluruh armadanya habis dipesan menjelang Lebaran.
Dari total 13 unit kendaraan yang dimiliki, semuanya sudah ter-booking dan harus diambil penyewa paling lambat H-2.
Deni mengungkapkan, hingga kini masih banyak calon pelanggan yang menghubunginya untuk menanyakan ketersediaan unit.
Bahkan, ia mengaku kewalahan merespons permintaan yang masuk melalui kontak yang tertera di situs usahanya.
Meski permintaan tinggi, ia tetap menerapkan aturan ketat bagi penyewa.
Setiap pelanggan diwajibkan meninggalkan dokumen seperti Kartu Keluarga serta jaminan berupa kendaraan bermotor.
Menurutnya, langkah ini penting untuk mengantisipasi potensi penipuan yang masih kerap terjadi.
Ia menambahkan, ada ciri-ciri tertentu yang kerap menjadi tanda calon penyewa tidak serius, seperti terlalu banyak mempertanyakan hal yang tidak relevan atau menunjukkan keberatan berlebihan terhadap harga dan persyaratan.
Menurut Deni, momen Lebaran memang selalu menjadi puncak permintaan dalam bisnis rental mobil.
Namun, pada hari-hari biasa, tingkat penyewaan cenderung menurun, kecuali saat ada kunjungan pejabat atau kegiatan tertentu yang membutuhkan kendaraan operasional.
Selain itu, tamu dari perusahaan besar di Kudus juga sering menggunakan jasanya.
Tak hanya saat Lebaran, lonjakan pemesanan juga biasanya terjadi pada periode libur akhir tahun.
Untuk menjaga kenyamanan pelanggan, Deni rutin melakukan pengecekan kondisi kendaraan sebelum disewakan.
Mulai dari pemeriksaan oli hingga servis ringan dilakukan agar mobil tetap prima, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
Ia menyebut, sebagian besar penyewa menggunakan mobil untuk perjalanan ke luar kota seperti Yogyakarta dan Surabaya.
Menariknya, mayoritas pelanggan lebih memilih menyewa kendaraan tanpa sopir agar lebih fleksibel selama perjalanan. (san)