Memiliki mobil bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tapi juga pertimbangan nilai jual kembali.
Berdasarkan data pasar mobil tahun 2024, sejumlah merek mengalami penurunan harga signifikan, bahkan mendekati 30 persen dari harga beli barunya.
Suzuki Ertiga tercatat sebagai mobil dengan depresiasi harga tertinggi, mencapai 29,79 persen dari harga beli awal sebesar Rp 235 juta.
Mobil lain dengan penurunan tajam di antaranya Daihatsu Ayla (29,41 persen) dan Daihatsu Xenia (29,17 persen).
Di sisi lain, Toyota Alphard menjadi mobil dengan nilai paling stabil.
Mobil mewah ini hanya mengalami penyusutan sekitar 19,23 persen dari harga beli barunya yang menyentuh angka Rp 1,3 miliar.
“Depresiasi harga mobil sangat tergantung pada merek, segmentasi pasar, dan persepsi konsumen terhadap daya tahan serta layanan purna jual,” ujar seorang analis pasar otomotif.
Berikut daftar 5 mobil dengan penurunan harga tertinggi:
-
Suzuki Ertiga – Penurunan 29,79%
-
Daihatsu Ayla – Penurunan 29,41%
-
Daihatsu Xenia – Penurunan 29,17%
-
Toyota Avanza – Penurunan 28,00%
-
Wuling Almaz – Penurunan 28,57%
Dan 3 mobil dengan penurunan paling rendah:
-
Toyota Alphard – Penurunan 19,23%
-
Honda HR-V – Penurunan 22,50%
-
Mitsubishi Pajero Sport – Penurunan 23,08%
Mobil kelas menengah seperti Honda Brio dan CR-V juga menunjukkan performa yang cukup stabil di pasar bekas.
Dengan depresiasi menjadi pertimbangan penting saat membeli mobil, konsumen kini mulai jeli memilih kendaraan yang tidak hanya nyaman, tapi juga “aman nilai” saat dijual kembali.
Editor : Zainal Abidin RK