Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

5 Penyebab Rangka Motor Matic Mudah Karatan, Awas Bisa Berbahaya!

Zakarias Fariury • Minggu, 25 Mei 2025 | 22:16 WIB
RUSAK: Rangka motor matic yang berkarat karena kurangnya perawatan.
RUSAK: Rangka motor matic yang berkarat karena kurangnya perawatan.

RADAR KUDUS - Rangka motor menjadi struktur utama yang menopang seluruh komponen sepeda motor, termasuk jenis motor matic yang kini mendominasi penggunaan harian masyarakat urban.

Namun, keberadaannya kerap luput dari perhatian pemilik kendaraan. Padahal, tanpa perawatan yang tepat, rangka motor berpotensi mengalami karat.

Selain mengganggu penampilan, karat juga dapat menggerogoti kekuatan rangka dan menimbulkan risiko keselamatan, terutama saat motor digunakan dalam kecepatan tinggi atau medan berat.

Berikut ini lima penyebab utama munculnya karat pada rangka motor matic yang penting untuk diwaspadai:

1. Paparan Air Hujan Tanpa Penanganan Cepat

Salah satu penyebab paling umum terjadinya karat adalah air hujan. Kandungan asam dalam air hujan dapat mempercepat proses korosi pada material logam, khususnya bila motor dibiarkan basah tanpa dikeringkan terlebih dahulu.

Bagian-bagian tersembunyi yang tidak terlindungi cat atau pelapis antikarat menjadi area rawan. Jika motor rutin digunakan di musim hujan dan tidak segera dibersihkan, proses korosi akan lebih cepat terjadi.

2. Jarang Dicuci Setelah Melewati Jalan Kotor atau Berlumpur

Debu, pasir, dan lumpur dari jalanan dapat menumpuk pada area kolong motor dan sela-sela rangka.

Material ini menyerap kelembapan dan menahan air lebih lama, menciptakan kondisi ideal bagi karat untuk muncul.

Pencucian motor sebaiknya dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada bodi luar. Area bawah, rangka bagian dalam, hingga kolong jok harus diperhatikan untuk mencegah akumulasi kotoran penyebab karat.

3. Lapisan Cat atau Pelindung yang Rusak atau Tipis

Sebagian besar rangka motor sudah dilapisi cat antikarat dari pabrik. Namun, kualitas lapisan ini bisa berkurang akibat benturan, gesekan, atau kecelakaan ringan.

Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Motor Triumph Paling Murah, Triumph Speed T4 400

Ketika cat terkelupas, logam terbuka langsung terhadap udara dan air, mempercepat proses oksidasi.

Pengelupasan cat harus segera ditangani dengan pengecatan ulang atau pelapisan pelindung tambahan.

Jika dibiarkan, bagian tersebut bisa menjadi titik awal berkembangnya karat dan menyebar ke bagian rangka lainnya.

4. Parkir di Lokasi Terbuka atau Lembap

Kondisi parkir juga berpengaruh besar terhadap daya tahan rangka motor. Lokasi yang lembap, basah, atau terkena hujan secara langsung meningkatkan potensi karat secara signifikan.

Motor yang dibiarkan terparkir dalam waktu lama, terutama di permukaan tanah atau lantai yang menyerap air, sangat rentan terhadap korosi.

Dianjurkan untuk menyimpan motor di tempat teduh, memiliki ventilasi udara yang baik, dan jauh dari sumber kelembapan.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Motor Ala Harley Davidson Terbaik dan Murah

5. Minim Pemeriksaan dan Perawatan Berkala

Rangka motor termasuk bagian yang jarang diperiksa karena posisinya tersembunyi. Padahal, pemeriksaan rutin dapat mencegah munculnya kerusakan serius sejak dini.

Pemilik motor disarankan untuk mengecek kondisi rangka saat servis berkala atau melakukannya sendiri secara berkala, terutama pada area bawah jok, dek kaki, dan bagian belakang roda.

Penggunaan cairan pelindung logam atau antikarat juga bisa menjadi langkah preventif yang efektif.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Motor Triumph Dengan Harga Terjangkau. Cocok Untuk Pemula

Karat pada rangka motor matic bukan sekadar masalah estetika, tetapi juga berkaitan erat dengan keselamatan berkendara.

Dengan mengenali penyebab dan melakukan perawatan secara rutin, pemilik motor bisa memperpanjang usia kendaraan serta menghindari risiko struktural yang berbahaya. (*)

Editor : Mahendra Aditya
#motor second #karatan #motor matic #rangka motor matic #tips merawat motor matic #rangka motor matic karatan #rekomendasi motor matic #tips merawat motor #motor bekas