Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Suzuki Swift, Mobil Second Rekomendasi Gofar Hilman, Cocok untuk Mobil Pertama yang Kece

Zakarias Fariury • Kamis, 24 April 2025 | 17:20 WIB
Suzuki Swift
Suzuki Swift

RADAR KUDUS - Gofar Hilman, YouTuber otomotif kenamaan yang dikenal kerap melakukan modifikasi pada mobil-mobil lamanya agar tampil lebih keren, pernah mendapat pertanyaan dari salah satu pengikutnya.

Mobil apa yang cocok dijadikan kendaraan pertama, tak merepotkan, tapi tetap kece jika dimodifikasi? Tanpa ragu, ia menyebut satu nama, Suzuki Swift.

Rekomendasi tersebut bukan tanpa alasan. Suzuki Swift dikenal sebagai salah satu hatchback favorit, khususnya di kalangan anak muda Indonesia.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mobil Off Road Double Cabin Bekas, Fitur Modern Harga Miring

Mobil yang pertama kali masuk ke Tanah Air pada tahun 2005 ini hadir dalam dua varian, yakni GT dan GL, yang saat itu diimpor langsung dari Jepang.

Popularitas Swift yang terus menanjak akhirnya mendorong Suzuki Indonesia untuk memproduksinya secara lokal mulai tahun 2007, melalui peluncuran versi facelift yang dirancang sesuai kebutuhan pasar domestik.

Meski secara global tersedia dalam berbagai pilihan mesin, termasuk varian diesel, versi lokal Swift hanya hadir dengan mesin 1.500 cc.

Di masa awalnya, Swift hadir dalam tipe ST sebagai versi standar dan GT2 yang sudah dilengkapi body kit agar tampil lebih sporty. Pada 2009, Suzuki meluncurkan varian GTS dengan sejumlah pembaruan seperti body kit tambahan dan posisi knalpot yang dipindah ke tengah.

Setahun kemudian, GT2 dihentikan dan digantikan oleh varian GT3.

Meski secara global generasi kedua Swift diluncurkan pada 2010, Suzuki Indonesia justru menghentikan produksinya pada 2012, beralih fokus pada Suzuki Ertiga yang kala itu tengah naik daun di segmen MPV.

 

Baca Juga: 3 Rekomendasi Mobil Off Road Second Dibawah Rp50 Juta, Tetap Gagah dengan Mobil Bekas Murah!

Kendati demikian, Swift generasi kedua masih dijual secara CBU (completely built-up) dari luar negeri.

Sayangnya, pamor Swift mulai meredup. Namun Suzuki sempat mencoba menghidupkan kembali daya tariknya lewat peluncuran Suzuki Swift Sport, yang didatangkan langsung dari Jepang untuk menjawab kebutuhan generasi muda akan mobil dengan performa tinggi.

Swift generasi ketiga yang meluncur global pada 2017 tak kunjung masuk pasar Indonesia.

Suzuki lebih memilih mengimpor Baleno hatchback dari India sebagai pengganti. Mobil ini dianggap lebih unggul dari segi dimensi dan harga yang lebih kompetitif.

Kelebihan Suzuki Swift: Desain Abadi dan Mesin Andal

Meski produksinya telah dihentikan di dalam negeri, Suzuki Swift tetap menyimpan daya tarik tersendiri.

Salah satunya terletak pada desainnya yang tak lekang oleh waktu.

Sejak generasi pertama, bentuk membulat khas Swift tetap dipertahankan, sembari berevolusi menjadi lebih sporty dan dinamis.

Konsistensi ini membuat Swift tetap terlihat menarik meski bersanding dengan mobil-mobil keluaran terbaru.

Dari sisi teknis, mesin Suzuki Swift juga dikenal bandel dan awet. Ketahanan mesin ini menjadi nilai plus di mata konsumen, apalagi didukung dengan jaringan bengkel resmi Suzuki yang tersebar luas di Indonesia.

Untuk varian GS dan GX, Swift dibekali mesin 1.300 cc yang bertenaga namun efisien. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 93 hp pada 6.000 rpm dengan torsi maksimal 130 Nm.

Sementara itu, varian Swift Sport memiliki mesin lebih besar, yakni 1.600 cc, yang sanggup menyemburkan tenaga hingga 158 hp dengan torsi puncak 160 Nm.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Mobil Klasik Second Murah Dibawah Rp50 Juta, Cocok Untuk Pemula

Kekurangan Suzuki Swift: Konsumsi BBM dan Harga Jual Kembali

Di balik kelebihannya, Suzuki Swift tentu tak luput dari sejumlah kekurangan yang patut menjadi perhatian calon pembeli.

Salah satunya adalah konsumsi bahan bakar yang relatif boros.

Meskipun gaya berkendara dan kondisi jalan berperan besar dalam efisiensi BBM, kapasitas mesin Swift yang cukup besar tetap memengaruhi konsumsi harian.

Selain itu, statusnya yang sudah tidak diproduksi di Indonesia juga menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan suku cadang.

Keterbatasan sparepart bisa berdampak pada biaya perawatan yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, nilai jual kembali Suzuki Swift cenderung turun tajam. Dibandingkan dengan pesaingnya dari merek Jepang lain, Swift kurang memberikan daya saing dari sisi resale value.

Hal ini patut dipertimbangkan, terutama bagi mereka yang dalam waktu beberapa tahun ke depan berencana mengganti kendaraan.

Baca Juga: 23 Rekomendasi Mobil Second Terlengkap, Mulai Sedan, City Car dan SUV MPV

Tetap Layak Jadi Pilihan, Asal Tahu Risikonya

Meski kini bukan lagi produk utama Suzuki Indonesia, Suzuki Swift tetap punya tempat tersendiri di hati para penggemarnya.

Desain menarik, performa mesin yang andal, dan potensi modifikasi yang tinggi membuat mobil ini tetap relevan di kalangan anak muda—terutama bagi mereka yang ingin tampil beda di jalanan.

Namun, konsumen tetap harus cermat mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membeli Swift, mulai dari konsumsi bahan bakar, ketersediaan suku cadang, hingga nilai jual kembali.

Suzuki Swift bukan sekadar kendaraan, tapi juga kanvas kreatif untuk mengekspresikan gaya hidup otomotif.

Dan bagi mereka yang ingin menjadikan Swift sebagai mobil pertama, Sangat direkomendasikan. (*)

Editor : Ali Mustofa
#Gofar Hilman #Mobil Second #rekomendasi mobil bekas #Rekomendasi Mobil Bekas Harga 50 Jutaan #Rekomendasi Mobil Bekas Harga 150 Jutaan #Rekomendasi Mobil Bekas untuk Keluarga Harga 150 Jutaan #rekomendasi mobil bekas 80 juta #Suzuki Swift 2012 bekas #suzuki swift