Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Simak! Cara Mengecek Keadaan Oli Motor, Kapan Harus Ganti?

Zakarias Fariury • Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:52 WIB
ILUSTRASI: Cara mengecek kondisi dan volume oli pada motor. (SUZUKI INDONESIA)
ILUSTRASI: Cara mengecek kondisi dan volume oli pada motor. (SUZUKI INDONESIA)

RADAR KUDUS - Oli mesin merupakan salah satu elemen vital yang harus mendapatkan perhatian khusus pada kendaraan bermotor.

Fungsi utama oli mesin adalah untuk melumasi berbagai komponen di dalam mesin, sehingga mencegah terjadinya gesekan berat yang dapat menyebabkan kerusakan serius dan risiko overheat.

Tanpa pelumasan yang memadai, performa mesin akan menurun drastis, bahkan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen.

Secara umum, penggantian oli mesin pada sepeda motor direkomendasikan setiap 2.000 hingga 2.500 kilometer.

Interval ini ditetapkan untuk memastikan bahwa mesin tetap dalam kondisi optimal, serta untuk mencegah keausan pada komponen-komponen tertentu.

Mengingat fungsi vital dari pelumas ini, penggantian oli secara rutin menjadi langkah preventif yang sangat penting dalam perawatan kendaraan.

Salah satu cara sederhana adalah dengan memanfaatkan stik pengukur yang terletak pada tutup oli mesin.

Pengguna bisa melakukan pengecekan dengan menggunakan stik yang terdapat pada tutup oli mesin. Pada stik tersebut, biasanya terdapat takaran oli yang ditunjukkan melalui garis-garis ukuran.

Dengan menggunakan stik ini, pemilik kendaraan dapat mengevaluasi volume oli mesin yang tersisa.

Jika volume oli sudah berkurang secara signifikan, itu adalah sinyal untuk segera melakukan penggantian dengan oli yang baru.

Selain volume, kualitas oli juga bisa dinilai dari tingkat kekentalannya.

Warna oli bisa menjadi indikator kondisi oli tersebut. Jika oli sudah berubah menjadi hitam pekat, itu menandakan bahwa oli sudah tidak dalam kondisi yang baik dan sebaiknya segera diganti.

Baca Juga: Cara Mendinginkan Ruangan Tanpa AC: Hemat dan Ramah Lingkungan

Namun, jika oli masih encer dan bening seperti saat pertama kali dituangkan, maka oli tersebut masih dapat digunakan.

Mengabaikan kualitas dan volume oli mesin dapat berdampak serius pada kesehatan mesin kendaraan.

Jika oli sudah tidak lagi mampu menjalankan fungsinya dengan baik, atau bahkan jika jumlahnya kurang, risiko kerusakan pada komponen-komponen penting motor menjadi sangat tinggi.

Oleh karena itu, pentingnya penggantian oli secara rutin untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Jika motor sampai kehabisan oli mesin, akibatnya bisa sangat fatal.

Banyak komponen yang akan mengalami aus dan harus diganti, seperti ring piston, poros engkol, piston, dan lainnya.

Dalam situasi di mana oli mesin tidak lagi memadai, pembongkaran mesin mungkin menjadi satu-satunya solusi, dan proses ini tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Biaya perbaikan bisa mencapai jutaan rupiah, mengingat banyaknya komponen yang harus diganti dan kompleksitas pengerjaannya.

Dengan demikian, menjaga jadwal penggantian oli mesin secara rutin bukan hanya langkah bijak, tetapi juga investasi penting untuk memperpanjang usia kendaraan dan menjaga performa mesin tetap prima. (ury)

 
Editor : Abdul Rokhim
#ganti oli motor #cara lihat oli #tips pilih oli #ganti oli mesin #Cara Ganti oli #tips ganti oli #cara cek oli