Mengapa Sepak Takraw Tidak Se-populer Sepak Bola?

uinbroadcasting • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:39 WIB
kenapa sepak takraw tidak sepopuler sepak bola (pexel)
kenapa sepak takraw tidak sepopuler sepak bola (pexel)
RADAR KUDUS - Di Indonesia, sepak bola dan badminton hampir selalu punya tempat di kehidupan masyarakat. Anak-anak bermain bola di lapangan, pertandingan disiarkan di televisi, dan raket badminton bahkan mudah ditemukan di rumah-rumah.

Sementara itu, ada olahraga lain yang sebenarnya tidak kalah menarik yaitu sepak takraw.

Olahraga ini cukup dikenal masyarakat Indonesia, terutama di beberapa daerah yang memiliki tradisi bermain takraw. Indonesia juga memiliki atlet-atlet takraw yang mampu bersaing di tingkat internasional. Namun, jika dibandingkan dengan sepak bola atau badminton, popularitas sepak takraw masih jauh di bawahnya.

Lalu, mengapa?

Salah satu kemungkinan jawabannya justru ada pada sesuatu yang menjadi inti dari olahraga tersebut: tekniknya yang sulit.

Ketika melihat pertandingan sepak takraw untuk pertama kali, permainan ini mungkin terlihat sederhana. Pemain hanya perlu menjaga bola agar tidak jatuh dan mengirimkannya melewati net.

Namun, kesan tersebut berubah ketika seseorang mencoba memainkannya sendiri. Dalam sepak takraw, tangan tidak boleh digunakan untuk memainkan bola. Pemain harus mengandalkan kaki, paha, kepala, atau bagian tubuh lain yang diperbolehkan dalam aturan permainan.

Bola juga hampir selalu berada di udara.

Artinya, pemain harus memperkirakan arah bola, mengatur posisi tubuh, menjaga keseimbangan, dan menentukan gerakan yang tepat dalam waktu yang sangat singkat.

Bahkan teknik dasar seperti sepak sila, yaitu mengontrol bola menggunakan bagian dalam kaki, membutuhkan latihan agar bisa dilakukan dengan konsisten. Di sinilah sepak takraw memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan beberapa olahraga populer lainnya.

Dalam sepak bola, orang yang baru bermain mungkin belum bisa menggiring atau menendang bola dengan baik. Namun, mereka masih bisa berlari mengejar bola dan bermain bersama teman.

Dalam badminton, pemula mungkin belum mampu melakukan smash. Tetapi memukul shuttlecock melewati net saja sudah cukup untuk memulai permainan.

Takraw berbeda.

Bahkan menjaga bola tetap di udara saja bisa menjadi tantangan bagi pemula.

Kaki yang biasanya digunakan untuk berjalan tiba-tiba harus melakukan pekerjaan yang sangat presisi. Mata harus terus mengikuti bola, sementara tubuh harus menyesuaikan posisi dengan cepat.

Karena itu, seseorang yang baru mencoba takraw bisa saja langsung merasa kesulitan Padahal, kesulitan tersebut merupakan bagian dari proses belajar.

Ironisnya, teknik yang sulit justru menjadi salah satu daya tarik terbesar sepak takraw.

Dalam pertandingan profesional, kita bisa melihat pemain melakukan smash dengan gerakan akrobatik. Pemain melompat, memutar tubuh di udara, kemudian menendang bola dengan kaki di atas kepala.

Gerakannya cepat dan spektakuler. Tetapi untuk bisa melakukan gerakan tersebut, seorang atlet tentu tidak hanya mengandalkan keberanian. Mereka membutuhkan latihan berulang, kelenturan, kekuatan otot, koordinasi, keseimbangan, dan kemampuan membaca arah bola.

Artinya, apa yang terlihat mudah selama beberapa detik di pertandingan sebenarnya merupakan hasil latihan yang panjang.

Sayangnya, bagi orang yang baru mengenal olahraga ini, tingkat kesulitan tersebut justru bisa menjadi penghalang pertama.

Tentu, tidak adil jika rendahnya popularitas sepak takraw hanya disebabkan oleh tekniknya.

Popularitas olahraga juga dipengaruhi oleh banyak hal: akses terhadap fasilitas, jumlah kompetisi, liputan media, keberadaan idola olahraga, program pembinaan, hingga seberapa sering masyarakat diperkenalkan dengan olahraga tersebut.

Sepak bola memiliki lapangan yang relatif mudah ditemukan dan budaya bermain yang sudah sangat kuat.

Badminton juga memiliki keuntungan karena bisa dimainkan di berbagai tempat dan memiliki sejarah panjang prestasi Indonesia.

Sementara takraw masih belum mendapatkan eksposur sebesar kedua olahraga tersebut.

Akibatnya, banyak anak mungkin mengenal sepak bola sejak kecil, tetapi tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mencoba takraw.

Editor : Ali Mustofa
olahraga populer teknik olahraga sepak bola sepak takraw