JEPARA – Duel antara Persis Solo dan Persijap Jepara pada lanjutan Super League Indonesia yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kamis malam (6/3/2026), berakhir tanpa pemenang.
Kedua tim harus puas berbagi angka setelah pertandingan ditutup dengan skor kacamata 0-0.
Hasil tersebut menjadi catatan kurang menggembirakan bagi pelatih Persis Solo, Milomir Seslija.
Pasalnya, pelatih asal Bosnia itu sebelumnya dikabarkan mendapat tekanan dari manajemen klub setelah Persis gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSBS Biak.
Manajemen disebut memberikan target khusus kepada Milo untuk meraih dua kemenangan beruntun dalam dua pertandingan berikutnya, yakni saat menghadapi Persik Kediri dan Persijap Jepara.
Target tersebut menjadi syarat bagi sang pelatih untuk mempertahankan posisinya di kursi pelatih Laskar Sambernyawa.
Pada pertandingan pertama, Persis mampu memenuhi harapan tersebut. Mereka sukses menaklukkan Persik Kediri dengan skor 2-1.
Kemenangan itu sempat membuka peluang bagi Milo untuk tetap memimpin tim.
Namun target meraih enam poin dari dua laga tidak sepenuhnya tercapai.
Saat bertandang ke markas Persijap Jepara, Persis gagal mengamankan kemenangan dan hanya membawa pulang satu poin setelah laga berakhir tanpa gol.
Baca Juga: Derby Persijap vs Persis Ricuh, Rombongan Laskar Sambernyawa Tertahan Hingga Subuh
Dengan hasil tersebut, Persis hanya mengoleksi empat poin dari dua pertandingan terakhir.
Kondisi ini membuat posisi Milo kembali berada dalam sorotan dan berpotensi memicu evaluasi dari manajemen klub.
Jika performa tim tidak segera menunjukkan peningkatan pada laga-laga selanjutnya, bukan tidak mungkin manajemen Persis akan mengambil keputusan tegas terkait masa depan sang pelatih.
Usai pertandingan, Milo mengakui bahwa laga melawan Persijap memang berjalan sulit bagi timnya.
Ia menilai anak asuhnya telah berusaha maksimal untuk mencetak gol, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Baca Juga: Aksi Perusakan Kursi Stadion GBK Picu Amarah Suporter Persijap
“Pertandingan ini memang sesuai dengan perkiraan kami. Laga yang sangat sulit bagi tim kami,” ujar Milo.
Ia menjelaskan bahwa Persis bahkan mencoba meningkatkan daya serang dengan menurunkan dua penyerang sekaligus. Strategi tersebut dilakukan untuk memaksimalkan peluang mencetak gol.
“Kami memasang dua striker dalam pertandingan ini. Persijap bermain cukup disiplin dan rapi. Saya berterima kasih kepada para pemain atas perjuangan mereka,” tambahnya.
Milo menilai timnya sebenarnya telah menampilkan karakter permainan yang diharapkan.
Hanya saja, faktor keberuntungan belum berpihak sehingga sejumlah peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol.
“Kami sudah menunjukkan karakter permainan kami. Namun memang kami sedikit kurang beruntung,” katanya.
Gelandang Persis Solo, Zanadin Fariz, juga mengakui pertandingan berjalan ketat.
Baca Juga: Laga Persijap vs Persis Berakhir Imbang Tanpa Gol, Suporter Ricuh
Menurutnya, meski Persijap sempat bermain dengan sepuluh pemain setelah mendapat kartu merah, lawan tetap memberikan perlawanan yang sengit.
“Ini pertandingan yang tidak mudah. Walaupun mereka mendapat kartu merah, Persijap tetap bermain terbuka dan memberikan tekanan,” ujar Zanadin.
Ia menambahkan, Persis sebenarnya memiliki beberapa kesempatan untuk mencetak gol selama pertandingan berlangsung.
Namun peluang-peluang tersebut belum mampu dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami sebenarnya punya beberapa peluang, tetapi belum bisa kami selesaikan dengan baik,” pungkasnya.