Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sriwijaya FC Resmi Turun ke Liga Nusantara: Musim 2025/2026 Jadi Titik Terendah Elang Andalas

Mahendra Aditya Restiawan • Minggu, 1 Maret 2026 | 20:13 WIB

Logo Sriwijaya FC
Logo Sriwijaya FC

RADAR KUDUS - Musim Pegadaian Championship 2025/2026 akan tercatat sebagai salah satu periode paling kelam dalam perjalanan Sriwijaya FC.

Klub kebanggaan Palembang yang pernah merajai sepak bola nasional itu kini dipastikan terdegradasi ke Liga Nusantara (kasta ketiga) usai serangkaian hasil buruk sepanjang musim.

Lebih menyakitkan lagi, Sriwijaya FC menjadi tim pertama yang resmi kehilangan tempatnya di kompetisi musim depan.

Sebuah kenyataan pahit bagi klub dengan sejarah panjang dan basis suporter besar di Sumatera Selatan.


Kekalahan 0–3 yang Memastikan Degradasi

Nasib Elang Andalas praktis terkunci setelah tumbang 0–3 dari Sumsel United pada pekan ke-21.

Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring itu menjadi penegas keterpurukan mereka musim ini.

Hasil tersebut membuat posisi Sriwijaya FC di papan bawah klasemen tak lagi bisa dikejar secara matematis.

Meski kompetisi masih menyisakan beberapa pertandingan, selisih poin dengan tim di zona aman terlalu jauh untuk dikejar.

Dari 21 laga yang telah dijalani, Sriwijaya FC hanya mampu mengoleksi dua poin—catatan terendah di liga.

Produktivitas gol minim, lini belakang rapuh, serta kegagalan meraih kemenangan menjadi kombinasi yang membuat degradasi tak terhindarkan.


Badai Internal yang Menggerus Performa

Keterpurukan ini bukan terjadi dalam semalam. Sepanjang musim, Sriwijaya FC dihantam berbagai persoalan internal, terutama terkait kondisi finansial klub.

Tekanan ekonomi membuat operasional tim tidak berjalan optimal.

Beberapa pemain memilih hengkang, sementara persiapan pertandingan disebut jauh dari ideal.

Bahkan dalam sejumlah laga tandang, tim harus melakukan perjalanan darat menggunakan bus, bukan pesawat seperti mayoritas klub profesional lainnya.

Situasi ini jelas berdampak pada stamina dan mental bertanding pemain.

Di atas lapangan, dampaknya terlihat nyata. Serangan kurang tajam, organisasi pertahanan berantakan, dan konsistensi permainan sulit ditemukan.

Semua faktor tersebut berkontribusi pada hasil buruk yang berujung degradasi.


Turun ke Liga Nusantara: Awal Baru atau Kemunduran?

Dengan kepastian turun ke Liga Nusantara musim depan, Sriwijaya FC menghadapi fase krusial dalam sejarahnya.

Kompetisi kasta ketiga tentu memiliki atmosfer dan tantangan berbeda dibanding level sebelumnya.

Banyak pihak menilai momen ini harus dijadikan titik evaluasi menyeluruh.

Manajemen perlu melakukan pembenahan total, mulai dari restrukturisasi keuangan, pembinaan usia muda, hingga pembentukan ulang fondasi tim yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Bagi sepak bola Sumatera Selatan, turunnya Sriwijaya FC menjadi pukulan besar.

Klub yang pernah meraih gelar liga dan Piala Indonesia kini harus memulai kembali dari bawah untuk mengembalikan reputasi yang sempat membuatnya disegani.


Respons Suporter: Antara Kecewa dan Tetap Setia

Kabar degradasi memicu reaksi beragam dari para pendukung.

Banyak suporter mengaku terpukul melihat tim kesayangan mereka yang dulu berjaya kini terjerembab ke kasta ketiga.

Namun di tengah kekecewaan, ada pula suara yang menyerukan kesetiaan.

Mereka berharap momentum ini justru menjadi awal kebangkitan, bukan akhir dari perjalanan panjang Sriwijaya FC di kancah sepak bola nasional.

Pengamat sepak bola menilai kasus ini menjadi pelajaran penting: tanpa manajemen profesional dan fondasi finansial yang kuat, sejarah besar tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan prestasi.


Menatap Masa Depan dari Titik Terendah

Degradasi memang menjadi noda dalam perjalanan Sriwijaya FC, tetapi bukan berarti segalanya berakhir.

Banyak klub besar dunia maupun nasional pernah merasakan pahitnya turun kasta sebelum akhirnya bangkit lebih kuat.

Kini, fokus utama Elang Andalas adalah membangun ulang struktur klub, memperkuat pembinaan pemain muda, serta mengembalikan kepercayaan publik.

Jalan menuju kebangkitan memang panjang, tetapi peluang itu tetap terbuka.

Musim 2025/2026 akan dikenang sebagai titik terendah.

Namun dari titik inilah, Sriwijaya FC punya kesempatan untuk memulai lembaran baru—membangun kembali kejayaan yang pernah mereka miliki.

Editor : Mahendra Aditya
#liga 3 #sriwijaya fc liga nusantara #sriwijaya fc degradasi #Sriwijaya FC #degradasi sriwijaya fc #Liga 2 #sriwijaya fc turun kasta #liga nusantara