RADAR KUDUS - Gemuruh Stadion Kie Raha mendadak terpotong sebelum laga benar-benar memanas.
Bukan oleh cuaca atau gangguan teknis, melainkan satu keputusan VAR yang mengunci narasi pertandingan.
Gol Bruno Tubarão pada menit ke-35 dianulir karena offside, namun justru menegaskan betapa Persija Jakarta sepenuhnya menguasai duel melawan Malut United.
Dalam laga pekan ke-23 BRI Super League, Selasa (24/2/2026) malam, Persija tampil bukan sebagai tim tamu yang menunggu momentum. Mereka datang untuk menciptakan momentum—dan melindunginya.
Baca Juga: LIVE SKOR Malut United vs Persija, Ajaraie Buka Jalan, Jordi Amat Gandakan Keunggulan
Gol Cepat, Ritme Langsung Berpindah
Hanya delapan menit dibutuhkan Persija untuk menggeser keseimbangan. Alaaeddine Ajaraie menyelesaikan umpan Tubarão dengan sentuhan terukur. Gol itu sederhana secara teknik, tapi brutal dampaknya: Malut United kehilangan kendali sejak awal.
Skema tuan rumah yang disiapkan berhari-hari terpaksa direvisi sebelum permainan menemukan ritmenya.
Set Piece, Bukti Kematangan
Tekanan berlanjut. Menit ke-29, Persija menggandakan keunggulan. Jordi Amat menanduk bola hasil umpan Allano. Gol ini menegaskan bahwa Persija tak hanya tajam dari open play, tetapi juga disiplin dan efektif dalam situasi bola mati.
Dua peluang penting, dua gol. Tidak boros, tidak panik.
VAR Membatalkan Gol, Bukan Dominasi
Momen paling menyita perhatian hadir di menit ke-35. Bruno Tubarão mencetak gol ketiga yang sempat mematikan harapan tuan rumah. Namun VAR berbicara lain. Keputusan offside membuat skor tak berubah.
Ironisnya, pembatalan ini justru menegaskan jarak kualitas. Hingga fase tersebut, Persija mencatat 65 persen penguasaan bola, memaksa Malut United lebih banyak bereaksi ketimbang membangun.
Baca Juga: LIVE SCORE Malut United v Persija Jakarta: Gol Menit 8 Ajaraie, Persija Unggul Cepat
Dewasa Mengelola Laga Tandang
Persija tak tergoda emosi. Mereka menurunkan tempo, memanjangkan sirkulasi bola, dan meredam tekanan publik. Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan tim tamu dalam mengunci pertandingan sejak babak pertama.
Tuan Rumah Tertekan oleh Keadaan
Malut United sebenarnya dikenal produktif. Namun absennya dua bek inti membuat koordinasi rapuh saat ditekan konsisten. Ketika tertinggal cepat, dukungan publik berbalik menjadi beban psikologis.
Bukan Soal Menyerang, Tapi Mengendalikan
Selepas dua gol sah dan satu gol dianulir VAR, laga berubah menjadi duel mental. Malut United menaikkan risiko, Persija memilih kesabaran. Di titik inilah perbedaan terlihat: ketenangan membaca situasi.
Pertandingan memang belum berakhir. Namun dengan keunggulan dua gol, dominasi penguasaan bola, dan satu gol yang hanya gagal karena detail garis offside, Persija telah menulis arah cerita. VAR boleh menganulir gol Bruno, tetapi tidak bisa membantah siapa yang menguasai Kie Raha malam itu.
Editor : Mahendra Aditya