RADAR KUDUS - Babak reguler Proliga 2026 ditutup Surabaya Samator bukan sekadar dengan kemenangan, melainkan dengan pernyataan sikap.
Di saat tiket final four sudah aman dan tekanan klasemen nyaris tak ada, Samator tetap memilih bertarung habis-habisan.
Menghadapi Jakarta Garuda Jaya di GOR Candradimuka, Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Sabtu (21/2/2026) malam, Samator menang 3-1 (22-25, 27-25, 27-25, 25-23). Skor itu memang tak mengubah peta empat besar, tetapi memberi makna penting jelang fase penentuan.
Baca Juga: Surabaya Samator Tutup Reguler Proliga 2026 dengan Kalahkan Jakarta Garuda Jaya 4 Set
Pertandingan Tanpa Implikasi, Tapi Sarat Intensitas
Secara matematis, laga ini tak lagi menentukan. Samator dan Garuda Jaya sudah lebih dulu mengunci tiket ke final four. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru bertolak belakang dengan kesan formalitas.
Garuda Jaya langsung tampil agresif di set pembuka. Tekanan sejak servis pertama membuat Samator kesulitan membangun ritme. Set pertama pun jatuh ke tangan Garuda Jaya dengan skor 25-22, memperlihatkan bahwa laga ini bukan sekadar pengisi jadwal.
Karakter Bangkit di Set Krusial
Respons Samator datang di set kedua. Permainan berubah menjadi adu mental. Kejar-kejaran angka berlangsung tanpa jeda panjang.
Kedua tim sama-sama menolak menyerah hingga set ini harus ditentukan lewat dua kali deuce. Samator keluar sebagai pemenang dengan skor 27-25, menyamakan kedudukan dan mengubah arah pertandingan.
Set ketiga menjadi cermin kualitas dua tim papan atas. Tidak ada dominasi mutlak. Poin demi poin diperebutkan dengan disiplin tinggi. Lagi-lagi, Samator unggul di momen kritis. Skor identik 27-25 kembali tercipta, membuat mereka berbalik unggul 2-1.
Menutup Tanpa Memberi Celah
Memasuki set keempat, Garuda Jaya berusaha memaksa laga ke set penentuan. Intensitas tetap tinggi, margin poin tipis, dan peluang terbuka hingga akhir set. Namun Samator menunjukkan efektivitas yang lebih matang.
Set keempat ditutup 25-23, memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengakhiri babak reguler dengan kepala tegak.
Mental Juara di Laga Tanpa Beban
Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui bahwa timnya tetap menargetkan kemenangan meski posisi di final four sudah aman. Ia menilai laga seperti ini penting untuk menjaga mental bertanding.
Sikap serupa datang dari kubu Samator. Manajer tim, Hadi Sampurno, menegaskan bahwa pelatih menolak pendekatan setengah-setengah. Menurutnya, kebiasaan menang tidak boleh dinegosiasikan, bahkan di pertandingan yang tak lagi menentukan.
Di sinilah angle pentingnya: Samator tidak hanya menang karena kualitas teknis, tetapi karena menolak merasa “cukup”.
Pesan Tersirat Menuju Final Four
Kemenangan ini menjadi modal psikologis yang jauh lebih bernilai daripada tambahan statistik. Samator membuktikan bahwa mereka tetap lapar saat banyak tim lain memilih aman.
Bermain dalam tekanan deuce berulang, menjaga fokus hingga poin terakhir, dan menutup laga tanpa kehilangan kendali adalah fondasi penting menuju final four.
Garuda Jaya, meski kalah, juga menunjukkan kesiapan. Perlawanan ketat hingga set keempat menegaskan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di fase gugur.
Reguler Usai, Standar Baru Dimulai
Babak reguler Proliga 2026 kini resmi berakhir. Mulai titik ini, tidak ada lagi ruang untuk kesalahan kecil. Setiap keputusan, setiap reli, dan setiap momentum akan menentukan nasib.
Bagi Surabaya Samator, kemenangan atas Garuda Jaya bukan sekadar penutup musim reguler. Itu adalah pernyataan: mereka datang ke final four bukan hanya untuk lolos, tetapi untuk bersaing serius.
Editor : Mahendra Aditya