Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Lini Belakang Kebobolan 4 Kali oleh Malut United, Pelatih Persijap Berikan Evaluasi

Fikri Thoharudin • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:29 WIB
LENGAH: Pemain lini belakang Persijap Jepara Lucas Morelatto tampak kewalahan saat duel atas pemain Malut United Wbeymar Angulo.
LENGAH: Pemain lini belakang Persijap Jepara Lucas Morelatto tampak kewalahan saat duel atas pemain Malut United Wbeymar Angulo.

TERNATE — Persijap Jepara harus pulang dengan tangan kosong, setelah takluk 0-4 dari Malut United pada Jumat (13/2) malam.

Empat gol bersarang ke gawang Laskar Kalinyamat menjadi catatan pahit. Terutama bagi lini belakang yang berulang kali gagal mengantisipasi transisi cepat tuan rumah.

Sejak awal laga, Persijap mencoba tampil disiplin dengan formasi 4-3-2-1. Skema ini diharapkan mampu meredam agresivitas Malut United yang bermain dengan pola 4-2-3-1. 

Namun dalam praktiknya, jarak antarlini Persijap kerap terbuka, terutama saat kehilangan bola di area tengah.

Petaka datang pada menit ke-11. Igor Inocencio sukses memecah kebuntuan lewat sepakan keras. Gol cepat ini membuat Malut United semakin percaya diri menekan.

Tekanan berlanjut dan pada menit ke-23 Ciro Henrique Alves Ferreira e Silva menggandakan keunggulan. Usai melewati lini pertahanan Persijap yang kurang solid. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, upaya Persijap untuk keluar menyerang justru membuka ruang di lini belakang. 

Tyronne Del Pino pada menit ke-68 dan David Aparecido Da Silva di menit ke-77 melengkapi kemenangan telak tuan rumah menjadi 4-0.

Di bawah mistar, M. Ardiyansyah maupun Sendri Johansyah tak mampu membendung rentetan tembakan akurat lawan. 

Sebaliknya, kiper Malut United tampil kokoh dan menggagalkan sejumlah peluang emas Persijap, termasuk situasi satu lawan satu.

Secara taktik, Persijap sebenarnya mengawali laga dengan cukup baik. Lima menit pertama, mereka menciptakan dua peluang yang berpotensi menjadi gol. 

Namun kegagalan memaksimalkan momentum awal justru berbalik menjadi tekanan mental setelah kebobolan.

Formasi 4-3-2-1 yang diterapkan Persijap mengandalkan kepadatan di lini tengah. Akan tetapi, Malut United piawai memanfaatkan ruang di sisi sayap dan half-space (ruang tengah).

Dua gelandang bertahan mereka mampu menjaga keseimbangan saat menyerang maupun bertahan, sehingga serangan balik berjalan efektif.

Kualitas individu pemain Malut United juga menjadi faktor pembeda. Mereka unggul dalam duel satu lawan satu dan lebih cepat dalam melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. 

Sementara itu, Persijap terlihat beberapa kali terlambat menutup ruang dan kurang kompak saat garis pertahanan naik.

Head Coach Persijap, Divaldo Alves, mengakui keunggulan lawan.

“Mereka menang 4-0 dengan kualitas yang bagus. Lima menit awal kami punya dua peluang, tapi tidak bisa jadi gol. Malut United tim kuat dengan pemain-pemain bagus,” ujarnya.

Ia menegaskan timnya sebenarnya tak ingin membuka ruang di lini belakang, namun gol tetap tercipta. 

“Pemain sudah bermain spartan dan maksimal. Tapi kami harus bermain lebih rapi. Transisi mereka cukup membahayakan dan kiper mereka juga tampil bagus,” tambahnya.

Divaldo enggan larut dalam kekalahan. Ia memilih fokus pada laga berikutnya.

“Kami akan perbaiki saat melawan Persebaya. Inilah sepak bola, kadang ada hasil kurang bagus. Sekarang saya mau fokus yang dekat. Lawan Persebaya itu final (babak penentuan, red) bagi kami,” tegasnya.

Pemain Persijap, Ambrizal Umanailo, menyebut hasil ini sangat mengecewakan, terlebih ia tampil di hadapan keluarga sebagai putra daerah.

“Ini hasil yang cukup mengecewakan bagi kami. Tapi pertandingan berikutnya kami harus bisa meraih hasil positif. Kami akan bangkit dan tetap berjuang,” ucapnya.

Persijap dijadwalkan menjamu Persebaya Surabaya pada Sabtu (21/2) di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. 

Pertandingan kontra Persebaya bukan sekadar laga biasa. Dengan kondisi lini belakang yang perlu pembenahan dan efektivitas serangan yang harus ditingkatkan.

Duel kandang nanti akan menjadi ujian karakter sekaligus pembuktian. Apakah Persijap mampu bangkit dari kekalahan telak ini. Apalagi pada Minggu (28/12/2025) lalu dibantai 4-0 oleh Bajol Ijo.

Laga yang akan dimulai pukul 20.30 WIB itu menjadi momentum penting, bagi Laskar Kalinyamat untuk membayar kekalahan dan memperbaiki posisi di klasemen. Di papan bawah.(fik)

 

Editor : Mahendra Aditya
#persijap #Malut United #evaluasi