Semarang – PSIS Semarang memasuki fase krusial musim ini.
Pada laga pembuka putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026, Laskar Mahesa Jenar dijadwalkan menjamu Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026).
Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan laga penentu nasib agar PSIS tidak semakin terjerembap dalam ancaman degradasi.
Dari berbagai sumber terkini, posisi PSIS di papan klasemen sementara masih belum sepenuhnya aman.
Persaingan di zona bawah Liga 2 musim ini berlangsung ketat, dengan selisih poin antartim yang tipis.
Kondisi tersebut membuat setiap laga kandang menjadi sangat vital, terutama menghadapi tim selevel seperti Persela yang juga tengah berjuang mengamankan posisi.
Kondisi Tim Siap Tempur
Pelatih kepala PSIS, Andri Ramawi, memastikan seluruh pemain dalam kondisi prima jelang pertandingan penting ini.
Menurutnya, persiapan telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk evaluasi taktik dan analisis kekuatan lawan.
“Kondisi tim sangat baik. Kami sudah menjalani persiapan yang matang dan menganalisis komposisi terbaik yang akan diturunkan. Para pemain siap untuk laga besok,” ujar Andri dalam konferensi pers sebelum pertandingan.
Sebelumnya, PSIS juga menggelar laga uji coba melawan PSIM Elite Pro Academy di YIS Soccer Field, Yogyakarta, sebagai bagian dari pematangan strategi.
Uji coba tersebut dimanfaatkan untuk mengasah kekompakan lini belakang dan efektivitas serangan, dua aspek yang dinilai krusial dalam menghadapi tekanan di putaran ketiga.
Target Bertahan Tanpa Play-off
Memasuki putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026, tekanan semakin besar. Andri Ramawi menegaskan target utama PSIS adalah bertahan di Liga 2 tanpa harus melewati jalur play-off degradasi.
“Putaran ketiga ini jelas tidak mudah. Semua tim berjuang mati-matian. Kami ingin tampil lebih baik dibanding putaran kedua.
Target kami jelas: bertahan di Liga 2 tanpa play-off. Itu tantangan besar, tapi kami optimistis,” tegasnya.
Secara historis, PSIS Semarang merupakan salah satu klub dengan basis suporter besar di Indonesia.
Klub kebanggaan warga Kota Semarang ini memiliki reputasi panjang di kompetisi nasional. Karena itu, keberadaan mereka di papan bawah tentu menjadi sorotan.
Tekanan publik dan ekspektasi suporter menjadi motivasi tambahan bagi skuad Mahesa Jenar untuk bangkit.
Tantangan Baru Andri Ramawi
Bagi Andri Ramawi, menangani PSIS merupakan tantangan tersendiri. Ia menyadari ekspektasi terhadap klub sebesar PSIS tidak kecil.
Situasi saat ini justru menjadi pemicu baginya untuk membuktikan kapasitas sebagai pelatih kepala.
“Ini tantangan baru bagi saya. PSIS adalah klub besar dengan sejarah panjang. Kami ingin bangkit di putaran ketiga ini dan memastikan tetap bertahan di Liga 2,” ujarnya.
Andri disebut membawa pendekatan disiplin dan intensitas latihan yang lebih tinggi sejak ditunjuk sebagai pelatih.
Perubahan pola latihan serta peningkatan mental bertanding menjadi fokus utama dalam beberapa pekan terakhir.
Dukungan Pemain dan Modal Kandang
Perwakilan pemain PSIS, Tegar Infantrie, menegaskan kesiapan tim menghadapi Persela. Ia menyebut suasana ruang ganti dalam kondisi solid dan penuh semangat.
“Persiapan berjalan baik. Kami saling mendukung dan fokus penuh menghadapi pertandingan. Semoga bisa meraih tiga poin di kandang,” katanya.
Bermain di Stadion Jatidiri menjadi keuntungan tersendiri. Dukungan suporter yang dikenal militan diharapkan mampu menjadi energi tambahan. Statistik menunjukkan bahwa performa kandang sering menjadi pembeda dalam persaingan zona bawah, terutama saat tekanan mental meningkat.
Di sisi lain, Persela Lamongan juga bukan lawan yang bisa diremehkan. Laskar Joko Tingkir dikenal memiliki lini tengah yang solid dan transisi cepat dalam menyerang.
Duel ini diprediksi berlangsung ketat, dengan intensitas tinggi sejak menit awal.
Laga Penentu Arah Musim
Pertandingan ini bisa menjadi titik balik bagi PSIS. Kemenangan akan membuka peluang menjauh dari zona merah dan meningkatkan kepercayaan diri tim untuk laga-laga berikutnya.
Sebaliknya, hasil negatif berpotensi membuat tekanan semakin berat.
Dengan persaingan yang kian sengit di Pegadaian Championship 2025/2026, setiap poin menjadi sangat berarti. PSIS tak punya banyak ruang untuk terpeleset.
Kini, semua mata tertuju ke Stadion Jatidiri. Apakah Laskar Mahesa Jenar mampu membuktikan diri dan menjaga asa bertahan di Liga 2? Jawabannya akan tersaji dalam 90 menit penuh tensi melawan Persela Lamongan.
Editor : Mahendra Aditya