Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sriwijaya FC Tunjuk Iwan Setiawan jadi Pelatih Selama Putaran Ketiga, Berjuang Hingga Akhir!

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 10 Februari 2026 | 18:38 WIB

 

Coach Iwan Setiawan
Coach Iwan Setiawan

RADAR KUDUS - Keputusan Sriwijaya FC menunjuk Iwan Setiawan sebagai pelatih kepala baru bukan sekadar pergantian figur di pinggir lapangan.

Langkah ini mencerminkan situasi genting yang sedang dihadapi klub kebanggaan Sumatera Selatan, sekaligus sinyal bahwa manajemen memilih jalur realistis: mengandalkan pengalaman untuk keluar dari tekanan.

Penunjukan Iwan Setiawan diumumkan menjelang lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026, tepat setelah manajemen mengakhiri kerja sama dengan Budi Sudarsono.

Baca Juga: PSIM Yogyakarta Lepas Asisten Pelatihnya, Erwan Hendarwanto ke Garudayaksa, Ini Alasannya

Evaluasi internal dilakukan menyusul performa yang terus menurun, terutama pada putaran kedua kompetisi yang menjadi titik terendah Sriwijaya FC musim ini.

Dalam sembilan pertandingan putaran kedua, Laskar Wong Kito tak sekalipun meraih kemenangan.

Hasil tersebut bukan hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga memunculkan persoalan lebih mendasar: rapuhnya organisasi permainan, khususnya di lini belakang.

Jumlah kebobolan yang tinggi membuat Sriwijaya FC masuk dalam daftar tim dengan pertahanan terburuk di kompetisi.

Situasi tersebut menempatkan manajemen pada persimpangan penting. Jika dibiarkan, tren negatif berpotensi menyeret klub ke zona yang lebih berbahaya.

Baca Juga: PSGC Ciamis Promosi Liga 2, Pelatih: Ini Hasil Kerja Keras, Bukan Keberuntungan

Karena itu, menjelang putaran ketiga, keputusan cepat dianggap perlu—bukan untuk sekadar mengganti pelatih, tetapi untuk menyelamatkan arah musim.

Direktur Olahraga Sriwijaya FC, Anggoro, menegaskan bahwa penunjukan Iwan Setiawan telah melalui proses pertimbangan matang.

Faktor pengalaman menjadi kunci utama. Dalam kondisi tertekan, klub membutuhkan sosok yang memahami ritme kompetisi, karakter pemain lokal, serta dinamika ruang ganti.

“Iwan Setiawan kami nilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang dibutuhkan saat ini,” kata Anggoro.

Iwan Setiawan bukan nama asing di sepak bola nasional. Ia telah merasakan kerasnya persaingan di Liga 1 dan Liga 2 bersama sejumlah klub.

Pengalaman tersebut membuatnya akrab dengan situasi krisis—ketika tim membutuhkan stabilitas, bukan eksperimen.

Bagi Sriwijaya FC, pilihan ini mencerminkan pendekatan pragmatis. Alih-alih mencari pelatih dengan filosofi baru yang membutuhkan waktu adaptasi panjang, manajemen memilih figur yang dinilai siap bekerja cepat dengan sumber daya yang ada.

Baca Juga: RANS Nusantara, Dejan FC, dan PSGC Ciamis Resmi Naik Kasta Liga 2 Championship 2026–2027

Tantangan pertama Iwan Setiawan jelas: membenahi lini pertahanan yang kerap kehilangan fokus. Masalah Sriwijaya FC musim ini bukan hanya soal kalah atau menang, melainkan ketidakseimbangan permainan. Tim kerap kesulitan menjaga tempo dan disiplin, terutama saat berada di bawah tekanan lawan.

Di sinilah peran kepemimpinan pelatih menjadi krusial. Manajemen berharap Iwan mampu menanamkan kembali disiplin taktik, memperbaiki transisi bertahan, dan membangun mental bertanding yang sempat goyah akibat rentetan hasil buruk.

Selain aspek teknis, faktor psikologis juga menjadi perhatian utama. Rentetan hasil negatif membuat kepercayaan diri pemain menurun.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan komunikasi pelatih sering kali lebih menentukan daripada skema permainan.

Iwan Setiawan dikenal sebagai pelatih yang tegas, tetapi komunikatif. Karakter tersebut diharapkan mampu meredam tekanan internal sekaligus menyatukan kembali ruang ganti.

Bagi Sriwijaya FC, stabilitas mental menjadi fondasi sebelum berbicara soal target hasil.

Baca Juga: 57 Pemain Asing di Liga 2 Championship, Didominasi dari Brasil

Penunjukan ini juga menjadi pesan terbuka kepada publik sepak bola Sumatera Selatan. Manajemen ingin menunjukkan bahwa mereka tidak menutup mata terhadap kondisi tim. Langkah pergantian pelatih diambil sebagai bentuk tanggung jawab, bukan kepanikan.

Kepercayaan publik terhadap Sriwijaya FC sempat tergerus seiring performa tim yang inkonsisten.

Oleh karena itu, kehadiran pelatih baru diharapkan menjadi titik balik, bukan hanya di papan klasemen, tetapi juga dalam relasi emosional antara klub dan suporternya.

Putaran ketiga Pegadaian Championship akan menjadi ujian nyata bagi Iwan Setiawan. Waktu persiapan yang terbatas menuntut efisiensi tinggi.

Tidak ada ruang untuk adaptasi panjang. Setiap laga akan bernilai strategis, baik untuk menjauh dari tekanan klasemen maupun memulihkan citra tim.

Manajemen menyadari bahwa pergantian pelatih bukan solusi instan. Namun, dalam konteks kompetisi yang masih berjalan, langkah ini dianggap sebagai opsi paling rasional untuk menjaga peluang Sriwijaya FC tetap hidup.

Dengan dukungan penuh dari manajemen, pemain, dan suporter, Iwan Setiawan diharapkan mampu membawa energi baru ke dalam tim.

Fokus utama bukan pada janji besar, melainkan perubahan nyata di lapangan: organisasi permainan yang lebih rapi, pertahanan yang lebih disiplin, dan mental bertanding yang kembali percaya diri.

Bagi Sriwijaya FC, musim ini belum selesai. Penunjukan pelatih baru menjadi penanda bahwa klub memilih untuk bertarung, bukan menyerah pada keadaan.

Di tengah tekanan dan sorotan, Laskar Wong Kito kini menggantungkan harapan pada satu hal: pengalaman yang diuji oleh krisis.

Editor : Mahendra Aditya
#Pegadaian Championship #Pergantian pelatih Sriwijaya FC #Sriwijaya FC #laskar wong kito #pelatih baru Sriwijaya FC #Pegadaian Championship 2026 #iwan setiawan