REMBANG – Laga leg pertama semifinal Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang dan Persak Kebumen tak hanya menyajikan tensi tinggi di atas lapangan, tetapi juga memunculkan momen unik yang memicu pro dan kontra di kalangan netizen.
Pertandingan yang digelar di Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Purworejo, Senin (9/2), berakhir imbang 1-1.
Namun hasil tersebut terasa pahit bagi PSIR Rembang setelah sebuah gol salto indah yang berpotensi menjadi penentu kemenangan justru dianulir wasit dan berujung kartu merah.
Gol Salto yang Bikin Heboh
Kontroversi bermula di babak kedua saat pemain PSIR Rembang, M. Ubaid, mencetak gol spektakuler lewat tendangan salto.
Bola sempat bersarang ke gawang Persak Kebumen, dan para pemain PSIR sudah bersiap merayakan keunggulan.
Namun wasit memutuskan menganulir gol tersebut dengan alasan terjadi pelanggaran karena kaki Ubaid dinilai mengenai kepala pemain belakang Persak.
Keputusan itu langsung memicu protes keras dari kubu PSIR.
Situasi semakin memanas ketika Ubaid justru diganjar kartu kuning kedua, yang otomatis berujung kartu merah. PSIR pun harus melanjutkan sisa pertandingan dengan 10 pemain.
Viral di Media Sosial, Netizen Terbelah
Rekaman video gol salto tersebut dengan cepat beredar luas di media sosial, salah satunya di akun Instagram Nusa Liga.
Kolom komentar pun dibanjiri respons netizen yang mayoritas mempertanyakan keputusan wasit.
Salah satu komentar yang ramai disorot berbunyi, “Emane cah, apik salto malah dianulir,” tulis akun hey***, mewakili kekecewaan banyak penonton.
Meski demikian, sebagian netizen lain menilai keputusan wasit sudah sesuai regulasi karena dianggap membahayakan lawan.
Perdebatan pun tak terelakkan, menjadikan laga ini salah satu pertandingan paling disorot di fase semifinal Liga 4 Jateng.
Jalannya Pertandingan
Di luar kontroversi, duel Persak Kebumen kontra PSIR Rembang berlangsung ketat sejak menit awal.
Tim tuan rumah lebih dulu membuka keunggulan di babak pertama melalui skema serangan terorganisir.
PSIR Rembang yang dikenal sebagai Laskar Dampo Awang tak tinggal diam.
Tim asuhan Budiardjo Thalib tampil lebih agresif di babak kedua dan berhasil menyamakan skor lewat sepakan Hairul “Panjul”.
Setelah gol penyeimbang tersebut, PSIR sebenarnya memiliki momentum untuk berbalik unggul. Sayangnya, keputusan kontroversial wasit mengubah jalannya pertandingan.
Manajer PSIR: Kami Sangat Dirugikan
Manajer PSIR Rembang, Rasno, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit.
Ia menilai timnya seharusnya bisa membawa pulang kemenangan dari laga tandang tersebut.
“Kalau gol salto itu disahkan, kami bisa menang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” ujar Rasno.
Ia juga menyoroti insiden kartu merah yang menurutnya bermula dari reaksi berlebihan pemain belakang Persak.
“Ada rekaman jelas. Pemain lawan menendang, lalu tiba-tiba jatuh seperti pura-pura. Tapi justru pemain kami yang diprotes dan dikartu merah,” ucapnya dengan nada kecewa.
Tetap Bertahan dengan 10 Pemain
Meski merasa dirugikan secara teknis dan jumlah pemain, PSIR Rembang patut diapresiasi.
Bermain dengan 10 orang hingga peluit panjang dibunyikan, mereka mampu menjaga skor tetap imbang dan mencuri poin penting di kandang lawan.
Hasil 1-1 ini menjadi modal berharga jelang leg kedua semifinal yang akan digelar di Stadion Krida Rembang.
Fokus Leg Kedua, Janji Bermain Sportif
Menatap laga penentuan di kandang sendiri, Rasno menegaskan bahwa PSIR tidak akan terpancing emosi atau membalas dengan cara yang sama.
“Kami tetap ingin bermain sportif. Di Rembang nanti, kami akan tunjukkan permainan yang bagus dan menghibur masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh suporter dan motivasi untuk membalas kekecewaan, PSIR Rembang optimistis bisa mengamankan tiket ke final Liga 4 Jawa Tengah di hadapan publik sendiri.
Editor : Mahendra Aditya