Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Drama Adu Penalti Antar PSGC Ciamis vs Persiba Bantul Antar Singacala ke Liga 2 Championship

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 10 Februari 2026 | 05:40 WIB

Pemain PSGC Ciamis konvoi merayakan naik kasta ke championship liga 2 setelah mengalahkan Persiba Bantul
Pemain PSGC Ciamis konvoi merayakan naik kasta ke championship liga 2 setelah mengalahkan Persiba Bantul

RADAR KUDUS - Euforia luar biasa menyelimuti markas Singacala.

PSGC akhirnya mencatatkan sejarah penting dalam perjalanan klub dengan memastikan promosi ke Liga 2 Championship, sebuah capaian yang sudah lama dinantikan pemain, manajemen, dan ribuan suporternya.

Momen bersejarah itu dipastikan lewat laga penuh tensi melawan Persiba Bantul.

Pertandingan yang berlangsung ketat hingga menit akhir harus ditentukan lewat adu penalti, sebelum akhirnya PSGC keluar sebagai pemenang dan resmi naik kasta ke kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.

Tak butuh waktu lama, kemenangan tersebut langsung berubah menjadi pesta rakyat.

Pemain, ofisial, dan suporter tumpah ruah ke jalanan dalam konvoi panjang, membawa bendera klub, menyalakan flare, dan menyanyikan chant kebanggaan Singacala.

Drama Panas di Lapangan Hijau

Sejak peluit awal dibunyikan, laga PSGC kontra Persiba Bantul sudah menunjukkan aroma laga hidup-mati. Kedua tim bermain disiplin, agresif, dan penuh kehati-hatian.

Tidak ada yang ingin melakukan kesalahan sekecil apa pun, mengingat satu gol bisa mengubah segalanya.

PSGC tampil berani dengan menekan sejak awal, namun Persiba Bantul juga bukan lawan yang mudah.

Duel-duel keras di lini tengah kerap memancing emosi, sementara peluang emas silih berganti tercipta di kedua sisi lapangan.

Hingga waktu normal berakhir, skor tetap tak berubah. Laga dilanjutkan ke babak tambahan, namun lagi-lagi kebuntuan tak terpecahkan.

Ketegangan memuncak saat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti—momen paling krusial dalam perjalanan promosi Singacala.

Di titik inilah mental juara PSGC benar-benar diuji.

Adu Penalti Penentuan Takdir Singacala

Satu per satu algojo PSGC melangkah mantap menuju titik putih. Sorak sorai suporter bercampur doa-doa lirih dari tribun. Setiap tendangan terasa seperti mempertaruhkan harga diri satu kota.

Kiper PSGC tampil sebagai pahlawan dengan melakukan penyelamatan krusial, sementara para penendang Singacala menjalankan tugasnya dengan dingin dan presisi.

Saat penalti penentu sukses bersarang ke gawang Persiba Bantul, ledakan emosi tak terbendung.

Pemain berlarian, bangku cadangan menyerbu lapangan, dan suporter bersorak histeris. PSGC resmi promosi ke Liga 2 Championship.

Tangis haru, pelukan, dan sujud syukur menjadi pemandangan yang mendominasi lapangan. Momen itu bukan sekadar kemenangan pertandingan, melainkan simbol kebangkitan klub yang selama ini berjuang dari bawah.

Konvoi Kemenangan

Usai laga, perayaan tak berhenti di stadion. Pemain dan ofisial PSGC langsung menggelar konvoi kemenangan, menyusuri jalan-jalan utama kota. Ratusan suporter ikut mengiringi, menciptakan lautan manusia yang memadati ruas jalan.

Bendera klub berkibar dari motor, mobil bak terbuka, hingga rumah-rumah warga.

Klakson bersahutan, flare menyala, dan chant kemenangan menggema tanpa henti. Kota Singacala berubah menjadi panggung pesta promosi.

Konvoi ini bukan sekadar selebrasi spontan, melainkan luapan emosi kolektif setelah bertahun-tahun menanti momen naik kasta.

Banyak suporter terlihat membawa keluarga, anak-anak, bahkan orang tua, menandakan bahwa PSGC telah menjadi identitas bersama.

Perjuangan Panjang yang Terbayar

Promosi ke Liga 2 Championship bukanlah hasil instan. PSGC melewati musim yang penuh tekanan, keterbatasan, dan tantangan berat di setiap fase kompetisi.

Konsistensi, kedalaman skuad, serta kekompakan tim menjadi kunci utama keberhasilan Singacala musim ini.

Pelatih dan pemain mampu menjaga fokus hingga laga penentuan, meski berada di bawah tekanan besar.

Mental bertanding saat adu penalti menjadi bukti bahwa PSGC telah matang, tidak hanya secara taktik, tetapi juga psikologis.

Bagi manajemen klub, capaian ini menjadi validasi atas kerja keras membangun tim secara bertahap. Sementara bagi suporter, promosi ini terasa seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata.

Tantangan Baru Menanti di Liga 2

Meski euforia masih terasa, PSGC sadar bahwa tantangan sesungguhnya baru saja dimulai.

Liga 2 Championship menghadirkan level persaingan yang jauh lebih ketat, dengan klub-klub berpengalaman dan ambisi besar untuk naik ke Liga 1.

Persiapan matang, penguatan skuad, dan manajemen yang solid akan menjadi faktor penentu apakah Singacala mampu bertahan dan bersaing di level baru.

Namun satu hal yang pasti, modal kepercayaan diri dan dukungan suporter menjadi kekuatan besar PSGC.

Promosi ini telah membuktikan bahwa Singacala bukan sekadar pelengkap kompetisi. PSGC datang ke Liga 2 dengan kepala tegak dan semangat juang yang telah ditempa lewat drama, air mata, dan adu penalti bersejarah.

Editor : Mahendra Aditya
#divisi championship #PSGC #promosi Liga 2 #psgc ciamis promosi liga 2 #psgc ciamis #Liga 2 #Promosi Liga 2 Pegadaian