Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

LIVE SCORE Final AFC Futsal 2026: Gol Iran Dianulir, Israr Megantara Cetak 2 Gol Indonesia Unggul 3-2 di babak Pertama

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 7 Februari 2026 | 20:12 WIB
Israr Megantara
Israr Megantara

 

JAKARTA – Jika ada yang masih meragukan mental Timnas Futsal Indonesia, babak pertama final AFC Futsal 2026 menjadi jawaban paling lantang.

Di hadapan juara bertahan Iran, skuad Garuda menutup 20 menit pertama dengan keunggulan 3-2. Bukan kebetulan. Bukan pula keajaiban sesaat. Ini adalah pernyataan sikap.

Indonesia Arena bergemuruh bahkan sebelum kickoff. Ribuan suporter memadati tribun, membentuk lautan merah yang seolah menekan lawan sejak dari lorong pemain. Namun yang terjadi di lapangan jauh lebih dramatis daripada sekadar atmosfer.

Tertinggal Cepat, Diuji Sejak Menit Ketiga

Kickoff dimulai pukul 19.03 WIB. Indonesia langsung bermain dengan intensitas tinggi, mencoba menekan sejak awal. Transisi cepat dan pressing agresif menjadi senjata utama.

Namun Iran adalah juara bertahan dengan pengalaman segudang. Mereka tahu bagaimana memanfaatkan celah sekecil apa pun.

Baru tiga menit laga berjalan, kesalahan kecil dalam penguasaan bola di area sendiri berubah menjadi hukuman mahal. Hosein Tayebi menyambar peluang dengan sepakan kaki kiri terarah. Ahmad Habibie tak kuasa menepisnya.

Skor 1-0 untuk Iran.

Stadion sempat terdiam. Final belum benar-benar panas, tetapi Indonesia sudah dipaksa mengejar.

Kebangkitan yang Mengubah Arah Laga

Alih-alih goyah, Indonesia justru memperlihatkan karakter. Permainan tak berubah drastis. Tidak ada kepanikan. Sirkulasi bola tetap mengalir.

Menit ketujuh menjadi titik balik. Umpan terobosan tajam dari lini belakang menembus pertahanan Iran. Reza Gunawan membaca ruang dengan cerdas. Kontrol pertama tenang, penyelesaian klinis.

Gol balasan tercipta.

Skor 1-1 dan Indonesia Arena meledak. Gol itu seperti memantik bara yang sempat tertutup debu tekanan.

Dua Menit yang Mengguncang Juara Bertahan

Apa yang terjadi setelahnya terasa brutal bagi Iran.

Menit kedelapan, Israr Megantara memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Dengan sentuhan dingin di dalam kotak penalti, ia membawa Indonesia berbalik unggul 2-1.

Belum sempat Iran menata napas, satu menit kemudian skema lemparan jauh kembali menjadi momok. Bola diarahkan tepat ke area berbahaya. Israr kembali muncul di ruang yang sama. Situasi satu lawan satu dimenangkannya dengan ketenangan luar biasa.

Gol kedua Israr.

Indonesia memimpin 3-1 hanya dalam rentang waktu dua menit.

Dalam sekejap, narasi berubah total. Juara bertahan yang diunggulkan kini dipaksa mengejar.

Penalti, VAR, dan Detak Jantung yang Meninggi

Iran tidak tinggal diam. Pengalaman panjang mereka di Piala Asia Futsal membuat respons cepat menjadi insting.

Menit ke-16, wasit menunjuk titik putih untuk Iran. Keputusan itu membuat tensi melonjak. Jika gol tercipta, momentum bisa bergeser.

Salar Aghapour mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Namun Ahmad Habibie tampil sebagai pahlawan. Ia menebak arah bola dengan tepat dan menepis penalti tersebut.

Penyelamatan itu menjadi momen psikologis yang sangat penting. Indonesia tetap unggul 3-1.

Drama belum usai. Iran sempat mencetak gol lewat Saed Ahmad Abbasi, tetapi setelah tinjauan VAR, gol dianulir karena bola sudah keluar lapangan dalam prosesnya.

Tekanan datang bergelombang. Dan akhirnya pada menit ke-18, Iran memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 lewat skema indirect free kick. Umpan datar disambar Mahdi Karimi tanpa kesalahan.

Babak pertama pun berjalan menuju akhir dengan skor ketat 3-2.

Babak Pertama Milik Keberanian

Keunggulan 3-2 atas Iran di babak pertama bukan sekadar angka di papan skor. Ini simbol perubahan mentalitas.

Indonesia tidak hanya mengandalkan semangat. Struktur permainan terlihat rapi. Rotasi berjalan efektif. Pressing dilakukan dengan koordinasi. Transisi bertahan ke menyerang dieksekusi cepat.

Firman Adriansyah bahkan hampir memperlebar jarak melalui solo run memikat yang sayangnya masih bisa digagalkan kiper Iran dan satu peluang lain membentur tiang.

Sementara itu, Iran yang biasanya dominan dalam penguasaan bola terlihat beberapa kali dipaksa bermain lebih langsung. Build-up mereka terganggu oleh tekanan konsisten dari pemain Indonesia.

Israr Megantara tampil sebagai pembeda dengan dua gol penting. Reza Gunawan menjadi pemantik kebangkitan. Dan Ahmad Habibie menjaga fondasi lewat penyelamatan krusial.

Menatap Babak Kedua dengan Keyakinan

Menutup babak pertama dengan keunggulan 3-2 atas juara bertahan adalah pesan keras kepada Asia. Indonesia tidak sekadar ingin tampil di final AFC Futsal 2026. Mereka ingin menang.

Namun pertandingan belum selesai. Iran dikenal sebagai tim dengan mental juara dan kemampuan comeback yang berbahaya. Fokus dan disiplin akan menjadi kunci di babak kedua.

Satu hal sudah jelas: Garuda tidak gentar. Mereka sudah membuktikan bisa mengguncang raksasa.

Jika 20 menit pertama adalah cermin keberanian, maka babak kedua akan menjadi ujian kedewasaan.

Malam itu di Jakarta, Timnas Futsal Indonesia tidak hanya bermain futsal. Mereka sedang menantang sejarah. Dan untuk sementara, mereka unggul 3-2 atas sang juara bertahan.

Editor : Mahendra Aditya
#Indonesia vs Iran futsal #Final AFC Futsal Asian Cup 2026 #indonesia vs iran #final AFC Futsal Asian Cup 2026 indonesia vs iran #afc futsal asian cup 2026 #afc futsal 2026