Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Persijap di Zona Degradasi: 19 Laga Hanya 12 Poin, Liga 1 Keras Lur!

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 2 Februari 2026 | 18:26 WIB
SENGIT: Pemain Persijap Jepara Borja Herrera (kanan) berebut bola dengan pemain PSM Makassar Yuran Fernandes (kiri) pada laga Sabtu (24/1) malam.
SENGIT: Pemain Persijap Jepara Borja Herrera (kanan) berebut bola dengan pemain PSM Makassar Yuran Fernandes (kiri) pada laga Sabtu (24/1) malam.

RADAR KUDUS - Persijap Jepara berada di situasi paling sulit sepanjang musim Liga 1 2025/2026.

Hingga pekan ke-19, Laskar Kalinyamat terdampar di peringkat ke-16 klasemen sementara, zona degradasi, dengan catatan yang jauh dari kata aman.

Dari 19 pertandingan yang telah dijalani, Persijap hanya mengumpulkan 12 poin. Statistiknya mencerminkan musim yang berat: 3 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 13 kekalahan. Lebih dari dua pertiga laga berakhir tanpa poin.

Angka tersebut menempatkan Persijap sejajar dengan tim-tim yang kini berada di ambang jurang degradasi.

Mereka tertinggal dari PSBS Biak (17 poin) dan Madura United (18 poin), serta hanya unggul tipis dari Semen Padang dan Persis Solo.

Baca Juga: 4 Pelatih Lokal yang Cocok untuk PSIS Semarang Setelah Pecat Jafri Sastra

Masalah Utama: Rapuh di Belakang, Mandul di Depan

Produktivitas menjadi persoalan serius. Persijap baru mencetak 16 gol, atau kurang dari satu gol per laga. Di sisi lain, gawang mereka sudah kebobolan 34 kali, membuat selisih gol terjun ke angka -18.

Rasio ini menunjukkan dua problem besar sekaligus: lini serang yang tumpul dan pertahanan yang mudah ditembus. Dalam banyak pertandingan, Persijap tertinggal lebih dulu dan kesulitan bangkit, baik saat bermain di kandang maupun tandang.

Momentum Tak Pernah Stabil

Dari lima laga terakhir, Persijap hanya mampu mencatat satu kemenangan, sementara empat lainnya berakhir dengan kekalahan.

Pola ini membuat mereka gagal membangun momentum positif, sesuatu yang sangat krusial bagi tim yang sedang berjuang keluar dari zona merah.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, setiap poin menjadi mahal. Namun Persijap justru kerap kehilangan angka di momen-momen krusial, baik karena kesalahan sendiri maupun ketidakmampuan mengunci hasil.

Baca Juga: Dua Gol Persijap Dianulir Wasit, Arema Menang Tipis Atas Laskar Kalinyamat 1-0 di Kanjuruhan

Persaingan Degradasi Makin Brutal

Zona bawah klasemen Liga 1 musim ini tidak memberi ruang bernapas. Selisih poin antartim di peringkat 14 hingga 18 sangat tipis.

Satu kemenangan bisa mengangkat posisi, tapi satu kekalahan juga bisa menjerumuskan lebih dalam.

Dengan kompetisi masih menyisakan sejumlah laga, Persijap sejatinya belum tertutup peluang. Namun dengan performa saat ini, waktu menjadi musuh utama.

Tanpa perubahan signifikan—baik dari segi taktik, mental pemain, maupun konsistensi—zona degradasi akan semakin sulit ditinggalkan.

Bukan Sekadar Bertahan, Tapi Menyelamatkan Musim

Persijap kini berada di fase di mana target realistis bukan lagi papan tengah, melainkan bertahan di Liga 1. Setiap pertandingan ke depan adalah laga hidup-mati. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

Tekanan publik akan terus meningkat, dan tim dituntut menunjukkan reaksi cepat. Liga 1 musim ini benar-benar keras: tidak ada tim besar atau kecil di zona bawah—yang ada hanya mereka yang siap bertarung sampai akhir.

Editor : Mahendra Aditya
#persijap #klasemen liga 1 #zona degradasi BRI Liga 1 #persijap jepara #liga 1