Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Klasemen Liga 2 Pegadaian 2025/2026 Grup Barat: Persaingan Ketat, Papan Atas Belum Aman

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 2 Februari 2026 | 07:19 WIB
Klasemen liga 2 grup Barat dan Timur
Klasemen liga 2 grup Barat dan Timur

RADAR KUDUS - Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025/2026 memasuki fase krusial setelah seluruh laga putaran kedua Grup Barat (Grup A) resmi tuntas.

Klasemen sementara kini menjadi cermin awal peta persaingan, meski belum sepenuhnya menentukan nasib akhir setiap klub.

Berbeda dari musim sebelumnya, regulasi kompetisi tahun ini membuat posisi klasemen bukan sekadar soal aman atau terancam.

Putaran ketiga masih menunggu, dan di titik inilah konsistensi, kedalaman skuad, serta kesiapan manajemen akan diuji habis-habisan.

Baca Juga: Klasemen Liga 2 Championship 2025/2026: Garudayaksa Puncaki Grup A, Tapi Ancaman Nyata Datang dari Adyaksa FC

Garudayaksa FC Masih di Puncak

Garudayaksa FC menutup putaran kedua sebagai pemimpin klasemen Grup Barat dengan raihan 34 poin.

Stabilitas menjadi kunci performa mereka sepanjang musim. Garudayaksa jarang tampil eksplosif, namun efektif mengelola laga dan meminimalkan kekalahan.

Meski berada di posisi teratas, Garudayaksa belum sepenuhnya aman. Selisih poin yang tipis membuat satu hasil buruk saja bisa menggeser posisi mereka saat kompetisi berlanjut ke putaran ketiga.

Adyaksa FC Menempel Ketat

Di bawah Garudayaksa, Adhyaksa FC menjadi penantang paling serius. Dengan koleksi 33 poin, Adyaksa hanya terpaut satu angka dari puncak klasemen.

Performa mereka cenderung meningkat di paruh akhir putaran kedua, menunjukkan kesiapan bersaing di level tertinggi Grup Barat.

Adyaksa FC dikenal lebih agresif dalam membangun serangan. Jika mampu menjaga konsistensi, mereka berpotensi mengambil alih posisi puncak pada fase berikutnya.

Sumsel United Diam-Diam Berbahaya

Sumsel United berada di peringkat ketiga dengan 31 poin. Meski tidak terlalu mencolok, tim ini justru tampil efisien. Mereka kerap mencuri poin di laga-laga krusial, termasuk pertandingan tandang yang sulit.

Posisi Sumsel United menunjukkan bahwa Grup Barat tidak hanya didominasi oleh tim dengan nama besar, tetapi juga klub yang memiliki organisasi permainan rapi dan disiplin.

Papan Tengah Paling Rawan

Persaingan sengit justru terjadi di papan tengah klasemen. Bekasi City dan Persiraja Banda Aceh sama-sama mengoleksi 27 poin.

Secara klasemen, keduanya masih berada di zona aman. Namun jarak poin yang rapat membuat posisi ini sangat rawan tergeser.

Bekasi City kerap kehilangan momentum akibat inkonsistensi, sementara Persiraja masih berusaha menemukan keseimbangan antara lini belakang dan depan. Kedua tim wajib tampil lebih solid jika tak ingin terseret ke zona berbahaya.

PSMS Medan dan Persikad 1999 Masih Berjuang

PSMS Medan menempati posisi keenam dengan 26 poin. Sebagai klub dengan sejarah panjang di sepak bola nasional, hasil ini jelas belum ideal. Masalah utama PSMS terletak pada stabilitas performa yang belum terjaga sepanjang musim.

Sementara itu, Persikad 1999 Depok berada di peringkat ketujuh dengan 23 poin. Mereka bukan tim dengan kualitas terburuk, namun kerap kehilangan poin akibat kesalahan sendiri, terutama di menit-menit akhir pertandingan.

PSPS Pekanbaru Belum Keluar dari Tekanan

PSPS Pekanbaru masih tertahan di papan bawah dengan 21 poin. Tim berjuluk Askar Bertuah ini menunjukkan semangat juang, tetapi kerap gagal mengunci kemenangan saat peluang terbuka lebar.

Posisi ini membuat PSPS harus bekerja ekstra keras di putaran ketiga, terlebih dengan jumlah laga tandang yang lebih banyak dibanding tim papan atas.

Persekat Tegal dan Ancaman Zona Merah

Persekat Tegal berada tepat di atas dasar klasemen dengan 19 poin. Masalah utama Persekat adalah performa tandang yang kurang meyakinkan. Jika pola ini terus berlanjut, mereka berisiko semakin tertekan saat kompetisi memasuki fase lanjutan.

Sriwijaya FC Terpuruk di Dasar Klasemen

Sriwijaya FC masih menjadi juru kunci Grup Barat dengan hanya 2 poin. Hingga putaran kedua berakhir, tim asal Sumatera Selatan ini belum sekalipun meraih kemenangan.

Konflik internal dan masalah non-teknis disebut menjadi faktor utama anjloknya performa Sriwijaya FC.

Tanpa perbaikan signifikan, peluang mereka untuk bangkit di putaran ketiga terbilang sangat kecil.

Klasemen Bukan Akhir Cerita

Meski putaran kedua telah selesai, klasemen Grup Barat belum menentukan segalanya. Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 masih berlanjut ke putaran ketiga dengan format dan tekanan yang berbeda.

Lima tim teratas akan mendapat keuntungan jumlah laga kandang lebih banyak, sementara lima tim papan bawah harus siap menghadapi tantangan berat di laga tandang. Dalam kondisi seperti ini, klasemen bisa berubah drastis dalam waktu singkat.

Satu hal yang pasti, persaingan Grup Barat masih jauh dari kata selesai. Putaran ketiga akan menjadi panggung pembuktian: siapa yang benar-benar layak melangkah lebih jauh, dan siapa yang harus menerima kenyataan pahit di akhir musim.

Editor : Mahendra Aditya
#klasemen Liga 2 Grup barat #Sumsel United FC #sumsel united #klasemen liga 2 #Liga 2 Indonesia #garudayaksa fc #Jadwal Liga 2 #Liga 2 2026 #Hasil liga 2 #Liga 2 2025 2026 #klasemen Liga 2 Grup Timur #adhyaksa fc