RADAR KUDUS - Nasib Persis Solo di kompetisi Liga 1 atau BRI Super League 2025/2026 belum juga berubah.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026), Laskar Sambernyawa harus menerima kenyataan pahit usai takluk 0-1 dari Persib Bandung.
Kekalahan ini semakin memperpanjang catatan buruk Persis yang belum mampu keluar dari dasar klasemen. Sementara bagi Persib, hasil ini justru mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.
Gol Andrew Jung Jadi Pembeda
Pertandingan berjalan cukup seimbang sejak menit awal. Persis mencoba tampil disiplin dengan tekanan ketat di lini tengah, berusaha meredam dominasi Persib yang dikenal memiliki permainan rapi dan efisien.
Namun, ketangguhan Maung Bandung akhirnya berbicara pada menit ke-39. Striker asal Prancis, Andrew Jung, sukses memanfaatkan peluang lewat sundulan akurat usai menerima umpan matang dari Eliano Reijnders. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga ini.
Meski hanya unggul satu gol, Persib tampil tenang dan terorganisasi hingga akhir babak pertama.
Babak Kedua Jadi Milik Persis, Tapi Tanpa Gol
Tertinggal satu gol, Persis Solo tampil lebih berani di paruh kedua. Pelatih Milomir Seslija melakukan perubahan dengan memasukkan Roman Paparyga, striker anyar asal Ukraina, untuk meningkatkan agresivitas serangan.
Langkah tersebut cukup berdampak. Secara statistik, Persis mampu menguasai bola hingga 54 persen, lebih unggul dibandingkan Persib yang mencatatkan 46 persen penguasaan bola. Aliran serangan Persis pun terlihat lebih hidup, terutama lewat pergerakan Kodai Tanaka dan Paparyga.
Dua peluang emas sempat tercipta. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang tenang serta penampilan solid Teja Paku Alam di bawah mistar membuat upaya Persis selalu kandas.
Pertahanan Persib Tetap Disiplin
Di bawah tekanan tuan rumah, Persib memilih bermain lebih pragmatis. Lini belakang Maung Bandung tampil disiplin menjaga area pertahanan, memaksa Persis lebih banyak melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Teja Paku Alam menjadi sosok penting dengan beberapa penyelamatan krusial yang mematikan harapan Persis untuk menyamakan kedudukan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tetap bertahan untuk keunggulan tim tamu.
Klasemen Kian Menekan Persis Solo
Hasil ini membuat Persis Solo tetap terbenam di peringkat ke-18 klasemen sementara. Dari 19 pertandingan yang sudah dijalani, Laskar Sambernyawa baru mengoleksi 10 poin dan masih tertahan di zona degradasi, hanya terpaut satu angka dari Semen Padang yang berada tepat di atasnya.
Situasi ini tentu menjadi alarm serius bagi Persis. Waktu yang tersisa semakin sempit, sementara kebutuhan akan kemenangan menjadi semakin mendesak.
Persib Makin Nyaman di Puncak
Di sisi lain, Persib Bandung justru kian nyaman di puncak klasemen. Tambahan tiga poin membuat Maung Bandung mengoleksi 44 poin, unggul tiga angka dari Persija Jakarta di posisi kedua.
Konsistensi menjadi kekuatan utama Persib musim ini. Meski tak selalu tampil dominan, efektivitas dan kedalaman skuad membuat mereka mampu mengunci kemenangan-kemenangan penting, termasuk saat bertandang ke kandang Persis.
Progres Ada, Hasil Masih Nihil
Meski kalah, penampilan Persis tidak sepenuhnya mengecewakan. Secara permainan, mereka mulai menunjukkan progres, terutama di babak kedua. Namun, di level kompetisi seketat Liga 1, dominasi tanpa gol tetap tak berarti.
Persis kini dituntut segera menemukan solusi, terutama dalam penyelesaian akhir. Jika tak ada perubahan signifikan, ancaman degradasi akan semakin nyata di depan mata.
Editor : Mahendra Aditya