Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

PSIS Menang Tapi Belum Aman, Jafri Sastra Ingatkan Fokus Hadapi Kendal Tornado di Jatidiri

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 28 Januari 2026 | 08:14 WIB
Jafri Sastra, Pelatih PSIS Semarang
Jafri Sastra, Pelatih PSIS Semarang

RADAR KUDUS - Kemenangan terakhir belum membuat PSIS Semarang bernafas lega. Alih-alih larut dalam suasana positif, Laskar Mahesa Jenar justru memilih menekan tombol waspada jelang laga pamungkas putaran kedua Championship 2025/2026.

Di Stadion Jatidiri, Selasa (27/1/2026), suasana latihan PSIS berlangsung serius. Tidak ada selebrasi berlebihan. Tidak ada euforia. Yang terlihat justru rapat evaluasi, analisis video, dan koreksi detail permainan.

PSIS dijadwalkan menjamu Kendal Tornado FC pada pekan ke-18, Jumat sore, 30 Januari 2026. Laga ini bukan sekadar penutup putaran, tetapi penentu posisi dan arah PSIS ke fase berikutnya.

Baca Juga: PSLA Sicincin Hentikan Dominasi Josal FC, Juara Bertahan Tumbang Lebih Awal di Liga 4 Zona Sumbar

Menang Tak Berarti Sempurna

Pelatih PSIS, Jafri Sastra, menegaskan satu hal penting: kemenangan terakhir bukan cermin performa ideal. Menurutnya, hasil positif hanya boleh menjadi penguat mental, bukan alasan untuk mengendurkan fokus.

“Kami langsung evaluasi. Kami buka ulang video pertandingan, kami bedah satu per satu. Menang atau kalah, tetap ada banyak celah yang harus diperbaiki,” ujar Jafri usai memimpin latihan.

Pendekatan ini mencerminkan filosofi kepelatihan Jafri yang dikenal detail-oriented dan tidak mudah puas. Ia menyadari betul bahwa posisi PSIS di klasemen belum sepenuhnya aman, dan satu kesalahan saja bisa berdampak panjang.

Baca Juga: Hari Kedua Liga 4 Zona Sulsel: Mangiwang FC Hadapi Ancaman MRC Bulukumba

Chemistry dan Transisi Jadi Alarm

Dalam analisis internal tim, dua aspek mencuat sebagai pekerjaan rumah utama: chemistry antar lini dan transisi permainan.

Menurut Jafri, PSIS masih sering kehilangan ritme saat berpindah dari fase bertahan ke menyerang, begitu pula sebaliknya. Situasi ini kerap dimanfaatkan lawan untuk menciptakan peluang.

“Program latihan masih fokus membangun kekompakan. Chemistry dan transisi ini belum stabil. Kalau ini tidak dibenahi, kita akan kesulitan melawan tim yang main cepat,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa PSIS tidak ingin sekadar mengandalkan kualitas individu, tetapi membangun sistem permainan yang solid dan konsisten.

Kendal Tornado: Ancaman Nyata Tim Promosi

Salah satu alasan PSIS memilih bersikap ekstra waspada adalah performa Kendal Tornado FC. Meski berstatus tim promosi, Tornado tampil jauh dari kata biasa.

Hingga pekan ke-17, Kendal Tornado bertengger di empat besar klasemen sementara Grup Timur. Posisi tersebut menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar penggembira di musim debut.

“Tornado itu tim promosi, tapi jangan salah. Hasil mereka bagus, materi pemainnya juga kuat. Itu sebabnya mereka bisa berada di papan atas,” kata Jafri.

Kendal Tornado dikenal memiliki tempo permainan cepat, disiplin transisi, dan keberanian menekan. Karakter ini berpotensi merepotkan PSIS jika tuan rumah lengah.

Laga Penentu, Bukan Sekadar Formalitas

Bagi PSIS, pertandingan melawan Kendal Tornado bukan sekadar agenda rutin. Laga ini menjadi tolok ukur kesiapan tim sebelum masuk fase krusial kompetisi.

Jafri menilai performa PSIS saat menghadapi Persela di laga sebelumnya sudah menunjukkan peningkatan. Namun, ia menegaskan bahwa satu laga bagus tidak cukup.

“Kita memang tampil lebih baik kemarin. Tapi yang paling penting itu konsistensi. Kalau hari ini bagus, besok harus lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ia mengingatkan para pemain bahwa kesalahan kecil di laga pamungkas bisa berujung pada tekanan besar di fase berikutnya.

Baca Juga: Garudayaksa FC Bidik Bek Eks Timnas Lithuania, Nama Vytas Gašpuitis Menggema di Pakansari

Jatidiri Jadi Ujian Mental

Bermain di Stadion Jatidiri memberikan keuntungan tersendiri bagi PSIS. Dukungan suporter dipastikan mengalir deras. Namun, Jafri menilai hal itu justru menjadi ujian mental bagi anak asuhnya.

Bermain di kandang berarti harus berani mengontrol permainan sejak menit awal, tanpa terburu-buru, namun tetap agresif.

“Main di rumah sendiri itu bukan jaminan. Justru harus lebih tenang, lebih disiplin, dan tidak emosional,” imbuhnya.

PSIS ingin memastikan bahwa atmosfer kandang menjadi energi positif, bukan tekanan yang berbalik merugikan.

PSIS Membangun, Bukan Sekadar Bertahan

Angle menarik dari persiapan PSIS kali ini adalah pendekatan jangka menengah. Jafri tidak hanya berpikir tentang laga melawan Kendal Tornado, tetapi membangun fondasi permainan untuk fase selanjutnya.

Latihan difokuskan pada penguatan kolektivitas, pemahaman peran, dan respons situasional di lapangan. Tujuannya jelas: PSIS ingin menjadi tim yang stabil secara permainan, bukan naik-turun karena momentum.

Jika berhasil mengunci kemenangan atas Kendal Tornado dengan performa meyakinkan, PSIS tak hanya mengamankan poin, tetapi juga menegaskan identitas permainan mereka.

Tornado Datang Tanpa Beban

Di sisi lain, Kendal Tornado justru datang ke Semarang dengan kondisi psikologis yang lebih ringan. Sebagai tim promosi, mereka tidak dibebani target berlebihan.

Situasi ini bisa menjadi senjata tersembunyi. Tornado bisa bermain lepas, berani mengambil risiko, dan menekan sejak awal—sesuatu yang harus diantisipasi PSIS.

Inilah yang membuat Jafri menolak bersantai meski timnya baru menang.

Laga yang Menguji Kedewasaan PSIS

Pertandingan PSIS vs Kendal Tornado diprediksi bukan laga mudah. Ini bukan soal pengalaman melawan promosi, tetapi tentang kedewasaan tim dalam mengelola pertandingan penting.

Apakah PSIS mampu tampil sabar, konsisten, dan efektif? Ataukah justru terpeleset di saat peluang terbuka?

Jawabannya akan terlihat di Stadion Jatidiri, Jumat sore.

Editor : Mahendra Aditya
#stadion jatidiri #psis #PSIS Semarang #Kendal Tornado FC #Liga 2