Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Liga 3 Nusantara: Perserang dan Waanal Brothers Degradasi, Delapan Klub Masuk Fase Hidup-Mati

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 28 Januari 2026 | 07:44 WIB
Tim Perserang
Tim Perserang

RADAR KUDUS – Babak grup Liga Nusantara 2025–2026 akhirnya menutup tirai. Setelah rangkaian laga panjang dan melelahkan, peta persaingan kompetisi kasta ketiga nasional kini berubah drastis.

Delapan klub melangkah ke fase perempat final, sementara dua tim harus menerima kenyataan pahit: degradasi ke Liga 4.

Hasil akhir ini bukan sekadar angka di klasemen. Ia menjadi penanda klub mana yang siap naik kelas, dan siapa yang gagal bertahan di tengah tekanan kompetisi yang makin brutal.

Baca Juga: Single Match pada 8 Besar Liga Nusantara: Persika, Dejan, dan Persiba Terancam Duel Neraka

Laga terakhir fase grup, Senin (26/1/2026), menjadi momen krusial. Rans Nusantara memastikan diri sebagai tim terakhir yang lolos ke delapan besar usai menggilas Persikutim United tiga gol tanpa balas di Lapangan Kota Barat, Solo.

Kemenangan tersebut mengunci posisi Rans di peringkat kedua Grup C dengan 20 poin, menemani Persika Karanganyar yang sudah lebih dulu menyegel status juara grup.

Peta Kekuatan Delapan Besar

Komposisi delapan tim yang melaju ke fase gugur mencerminkan satu hal: konsistensi lebih berharga daripada nama besar.

Dari Grup A, Dejan FC tampil sebagai tim paling stabil sepanjang fase grup. Mereka menutup babak penyisihan tanpa satu pun kekalahan, mengoleksi 32 poin dari 12 pertandingan.

Dejan tak sekadar lolos, tetapi mengirim pesan tegas sebagai kandidat kuat promosi.

Batavia FC melengkapi wakil Grup A setelah mampu menjaga ritme di tengah persaingan ketat.

Grup B menghadirkan PSGC Ciamis sebagai pemuncak klasemen dengan 31 poin. Meski sempat tergelincir di beberapa laga, PSGC menunjukkan mental bertanding yang solid.

Baca Juga: Persinab Nabire Selamat dari Degradasi, Musim Berat Liga Nusantara Jadi Alarm Evaluasi

Tiket delapan besar dari grup ini juga diraih Pekanbaru FC, tim yang kerap tampil efektif di laga-laga krusial.

Dari Grup D, Persekabpas Pasuruan dan Persiba Bantul memastikan kelolosan setelah sama-sama meraih kemenangan pada laga pamungkas. Persekabpas finis sebagai juara grup dengan 26 poin, sementara Persiba menguntit di posisi kedua dengan 23 poin.

Dua Nama Gugur Lebih Awal

Di sisi lain klasemen, cerita getir tak terhindarkan. Perserang Serang dan Waanal Brothers resmi menjadi dua tim pertama yang terdegradasi ke Liga 4 musim depan.

Perserang terpuruk di dasar Grup B dengan hanya 12 poin dari 15 laga. Inkonsistensi permainan dan rapuhnya lini belakang menjadi masalah yang tak kunjung terpecahkan sepanjang musim.

Nasib serupa dialami Waanal Brothers. Klub ini finis sebagai juru kunci Grup D setelah hanya mengumpulkan 17 poin. Kekalahan demi kekalahan membuat mereka gagal keluar dari tekanan hingga pekan terakhir.

Degradasi ini menjadi peringatan keras bahwa Liga Nusantara tak lagi memberi ruang aman bagi klub yang setengah siap—baik secara teknis maupun manajerial.

Baca Juga: Ujian Mental Persela di Palu: Gagal di Gawalise, Mimpi Promosi Bisa Musnah

Play-off Degradasi: Zona Abu-abu yang Menegangkan

Meski dua tim sudah pasti turun kasta, empat klub lain masih berada di wilayah abu-abu. Mereka harus mempertaruhkan segalanya di babak play-off degradasi.

Empat tim tersebut adalah PSDS Deli Serdang, Persitara Jakarta Utara, Persikutim United, dan Persebata Lembata.

Play-off degradasi akan digelar dengan sistem gugur satu pertandingan. Tidak ada leg kedua. Tidak ada kesempatan memperbaiki kesalahan. Pemenang bertahan, pecundang turun kasta.

Skema ini membuat laga play-off nyaris setara final, dengan tekanan psikologis yang tak kalah berat dari perebutan promosi.

Baca Juga: Dari PSG ke GBLA, Bukan Turun Level, Ini Alasan Sebenarnya Layvin Kurzawa Memilih Persib

Format Tanpa Ampun

Baik perempat final maupun play-off degradasi akan menggunakan format single match di venue netral yang ditetapkan oleh I.League. Jika pertandingan berakhir imbang di waktu normal, laga langsung dilanjutkan ke extra time dan adu penalti.

Artinya, Liga Nusantara kini memasuki fase paling kejam: satu pertandingan untuk menentukan masa depan klub.

Daftar Duel Perempat Final

Delapan tim yang lolos kini bersiap menghadapi fase hidup-mati dengan pasangan laga sebagai berikut:

Empat pemenang laga ini akan melangkah ke semifinal dan semakin dekat dengan tiket promosi ke Pegadaian Championship.

Play-off Degradasi

Sementara itu, laga penyelamatan diri akan mempertemukan:

Tidak ada istilah aman di fase ini. Semua ditentukan dalam 90 menit—atau lebih.

Baca Juga: Bukan Liga 1, Bukan Liga 2: Gol-Gol Terbanyak Justru Lahir di Liga 3, Donald Bissa dan Daud Kararbo Memimpin Daftar Top Skor

Liga Nusantara Tak Lagi Sekadar Kompetisi

Musim 2025–2026 menegaskan perubahan wajah Liga Nusantara. Kompetisi ini bukan lagi batu loncatan ringan, melainkan arena seleksi alam bagi klub-klub yang ingin naik kelas.

Siapa yang gagal berbenah, tersingkir. Siapa yang siap, melangkah lebih dekat ke level profesional berikutnya.

Editor : Mahendra Aditya
#Degradasi Liga Nusantara #Babak 8 besar Liga 3 Nusantara #8 besar Liga Nusantara #liga 3 #Hasil Liga Nusantara #Regulasi Liga Nusantara #Liga 2 #liga 3 nusantara #liga nusantara