Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Ada Zona Aman di Liga 2: Putaran Ketiga Siap Mengguncang Klasemen Grup A

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 27 Januari 2026 | 17:52 WIB

 

Liga 2 Championship 2025/2026
Liga 2 Championship 2025/2026

RADAR KUDUS - Liga 2 Championship musim 2025/2026 belum mendekati garis akhir. Justru sebaliknya, kompetisi kasta kedua sepak bola nasional ini memasuki fase paling menentukan.

Menjelang berakhirnya putaran kedua, peta persaingan di Grup A memang mulai terbaca, namun hasil akhir masih jauh dari kata aman.

Dengan satu laga tersisa di putaran kedua dan satu putaran penuh masih menanti, putaran ketiga dipastikan menjadi medan penentuan nasib bagi seluruh peserta. Tidak hanya soal siapa yang memimpin, tetapi juga siapa yang mampu bertahan, bangkit, atau justru tenggelam.

Baca Juga: Pekan Terakhir Liga 2 Grup 1: PSMS di Titik Penentuan, FC Bekasi City Datang Tanpa Beban

Format Baru, Tekanan Berlipat

Musim ini, Liga 2 menerapkan regulasi berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Setiap grup dimainkan dalam tiga putaran, membuat setiap tim harus menjalani total 27 pertandingan. Format ini memperpanjang napas kompetisi sekaligus melipatgandakan tekanan.

Jika sebelumnya satu fase buruk bisa langsung menghancurkan musim, kini masih ada ruang untuk bangkit. Namun, konsekuensinya jelas: konsistensi menjadi harga mati.

Putaran ketiga bukan sekadar lanjutan, melainkan babak penilaian akhir terhadap mental, kedalaman skuad, dan ketahanan strategi setiap tim.

Garudayaksa FC Masih di Puncak, Tapi Tak Lagi Nyaman

Hingga pekan ke-17, Garudayaksa FC masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 33 poin. Secara matematis, posisi mereka terlihat aman. Namun jika melihat tren performa, cerita menjadi berbeda.

Dalam lima pertandingan terakhir, Garudayaksa hanya mampu mencatatkan satu kemenangan. Catatan ini menjadi sinyal bahwa dominasi mereka mulai goyah. Jarak poin dengan para pesaing terdekat tidak cukup lebar untuk membuat mereka bernapas lega.

Putaran ketiga bisa menjadi ujian terbesar: apakah Garudayaksa mampu menjaga stabilitas, atau justru tergelincir di saat krusial.

Baca Juga: Persipura Tarik Striker Senior di Saat Genting, Osas Saha Jadi Penentu Nasib Promosi

Adhyaksa FC dan Sumsel United Mengintai dari Dekat

Persaingan ketat terjadi tepat di bawah pemuncak klasemen. Adhyaksa FC dan Sumsel United sama-sama mengoleksi 30 poin. Selisih gol membuat Adhyaksa berada satu strip lebih tinggi, namun jarak yang rapat ini membuat segalanya bisa berubah hanya dalam satu pertandingan.

Kedua tim menunjukkan konsistensi yang relatif lebih stabil dibanding Garudayaksa dalam beberapa pekan terakhir. Jika tren ini berlanjut, bukan mustahil posisi puncak akan berganti tangan di putaran ketiga.

Duel mental akan menjadi faktor penentu: siapa yang lebih siap memikul tekanan panjang hingga pekan ke-27.

Bekasi City dan Persiraja Menunggu Celah

Di posisi keempat, Bekasi City mengoleksi 27 poin. Secara realistis, peluang menembus puncak memang tidak mudah, tetapi posisi mereka cukup strategis untuk menjadi “pengganggu” serius.

Sementara itu, Persiraja Banda Aceh di peringkat kelima dengan 24 poin masih berada di zona kompetitif. Setiap kemenangan di putaran ketiga bisa mengerek posisi mereka secara signifikan, terutama jika tim-tim di atasnya terpeleset.

Dalam format panjang seperti ini, tim papan tengah sering kali menjadi penentu cerita, bukan sekadar pelengkap.

PSMS, PSPS, dan Persekat: Bertahan Sambil Mengintai

Zona tengah hingga bawah klasemen menyimpan dinamika yang tidak kalah panas. PSMS Medan (23 poin), Persikad 1999 (22 poin), dan PSPS Pekanbaru (21 poin) masih berada dalam jarak poin yang sangat rapat.

Kondisi ini membuat setiap pertandingan di putaran ketiga memiliki nilai ganda: menjaga jarak dari papan bawah sekaligus membuka peluang naik ke zona kompetitif.

Bagi PSPS Pekanbaru yang kini berada di peringkat delapan, peluang belum tertutup. Dengan sepuluh laga lebih di depan mata, kebangkitan masih mungkin terjadi—asal mampu memanfaatkan momentum.

Sriwijaya FC di Titik Terendah

Situasi paling berat dialami Sriwijaya FC. Hingga pekan ke-17, Laskar Wong Kito terpuruk di dasar klasemen dengan hanya dua poin dan belum sekalipun meraih kemenangan.

Statistik ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan krisis yang harus segera diatasi. Putaran ketiga menjadi kesempatan terakhir untuk menyelamatkan musim, sekaligus menjaga marwah klub besar yang pernah berjaya di level tertinggi sepak bola nasional.

Tanpa perubahan signifikan, putaran ketiga bisa menjadi fase paling menyakitkan bagi Sriwijaya FC.

Angle yang Jarang Dibahas: Liga 2 Ditentukan oleh Daya Tahan

Di tengah sorotan terhadap posisi klasemen, ada satu faktor yang sering luput: daya tahan tim dalam kompetisi panjang. Dengan total 27 pertandingan, Liga 2 musim ini lebih menyerupai maraton ketimbang sprint.

Cedera pemain, rotasi skuad, manajemen emosi, hingga kestabilan finansial klub akan memainkan peran besar. Tim dengan skuad tipis berisiko kehabisan energi, sementara tim dengan manajemen matang berpeluang mencuri keuntungan di fase akhir.

Putaran ketiga bukan hanya soal taktik, tapi juga soal siapa yang masih punya “bahan bakar” untuk bertarung.

Segalanya Masih Terbuka

Meski klasemen sementara mulai membentuk hierarki, Liga 2 Championship belum memberikan vonis apa pun. Jarak poin yang relatif rapat di hampir seluruh posisi membuat setiap pertandingan bernilai strategis.

Satu kemenangan beruntun bisa mengangkat tim dari papan tengah ke persaingan atas. Sebaliknya, dua hasil buruk berturut-turut bisa menjatuhkan tim papan atas ke situasi genting.

Putaran ketiga akan menjadi bab terakhir—dan paling menentukan—dari perjalanan panjang Liga 2 musim ini.

Editor : Mahendra Aditya
#klasemen liga 2 #Klasemen Liga 2 2026 #Jadwal Liga 2 #Liga 2